Laporan dugaan ijazah palsu Bupati Loteng dihentikan

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda NTB Hari Brata didampingi Kabid Humas Kombes Pol Artanto. (Istimewa/Detikntbcom)

Mataram (Detikntbcom) – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Kepolisian Daerah (Polda) Nusa Tenggara Barat (NTB) menghentikan penanganan kasus dugaan ijazah palsu Bupati Lombok Tengah berinisial LPB.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda NTB Kombes Pol Hari Brata mengatakan, penanganannya dihentikan berdasarkan hasil pemeriksaan saksi maupun bukti yang berkaitan dengan kasus dugaan pemalsuan ijazah kepala daerah tersebut.

“Dari hasil gelar perkara dengan memeriksa alat bukti yang ada, menyatakan tidak ada ditemukan unsur-unsur yang mengarah kepada perbuatan melawan hukum. Karena itu, penyelidikannya dihentikan,” kata Hari saat dimintai keterangan di Polda NTB. (3/1).

Ia menjelaskan, Pertimbangan kuat penanganan kasus tersebut dihentikan, melihat hasil pemeriksaan dari sejumlah ahli. Mulai dari kajian kalangan akademisi sampai ke tingkat kementerian.

“Jadi itu (ijazah, red) memang dikeluarkan Universitas 45. Hasil uji laboratorium menyatakannya sah. Dari Ditjen Dikti juga menyatakan ijazahnya sudah terdaftar,” ujar dia.

Karena itu, Sambung Hari, pihaknya memastikan bahwa tidak menemukan adanya alat bukti yang mengarah pada dugaan ijazah palsu.

Kasus ini awalnya masuk dalam laporan kepolisian pada akhir tahun 2020. Laporannya berkaitan dengan dugaan LPB yang menggunakan ijazah sarjana palsu sebagai kelengkapan administrasi pada saat pencalonan dirinya dalam Pilkada Lombok Tengah 2020. (Iba)