Polda NTB bebaskan 10 pejuang Monta Selatan, hari ini mereka menuju Bima

Ketua Umum HMI BADKO Bali Nusra Arif Kurniadin (kiri) tengah berbincang dengan 10 aktivis termasuk Jenlap Aksi Muhafid menjadi tahanan Polda NTB atas blokir jalan yang dilakukan selama empat hari di pertigaan Waro Kecamatan Monta Kabupaten Bima beberapa waktu lalu. (Dokumen Istimewa)

Mataram (Detikntbcom) – Sebanyak 10 demonstran yang melakukan blokade jalan di Monta Selatan Kabupaten Bima yang ditahan di Polda NTB dari tanggal 13-27 Mei 2022 akhirnya kembali ke Bima.

10 pejuang jalan di Monta Selatan tersebut diantar menggunakan bus Polda NTB ke Bima siang ini, Jumat 27 Mei 2022.

10 pejuang tersebut terlihat menggunakan pakaian pribadi tidak menggunakan pakaian khas tahanan Polda NTB memasuki bus tersebut.

“Mereka ditangguhkan (penahanannya). Sampai di Bima mereka akan mengurus segala administrasi di Mapolres Bima,” kata Direktur Tahti Polda NTB AKBP M Rifaid dihubungi media ini, Jumat siang di Mataram.

Sementara dikonfirmasi, Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimmum) Polda NTB Kombes Pol Hari Brata menjelaskan bahwa 10 aktivis mahasiswa tersebut dalam persiapan penangguhan penahanan.

“Persiapan ditangguhkan. Semua ke Polres Bima dulu (sebelum kembali ke kampungnya masing-masing) karena administrasi ada di Polres Bima,” ungkapnya.

Untuk diketahui, 10 aktivis mahasiswa tersebut ditangkap jajaran Polres Bima di hari ke empat diduga karena melakukan blokade jalan hingga empat hari berturut-turut dari tanggal 9-12 Mei 2022.

Mereka digelandang di Mapolres Bima untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dan langsung ditetapkan sebagai tersangka.

Mereka menuntut pemerintah untuk memperbaiki infrastruktur yang ada di 7 desa di Monta Selatan Kecamatan Monta Kabupaten Bima.

Pada 13 Mei 2022 mereka dibawa menuju Mapolda NTB. “10 orang itu memang digeser untuk sementara di Mapolda NTB,” kata Heru dilansir dari Kompas.com yang dimuat pada 14 Mei 2022. (Iba)