54 Cabor dilombakan di PON 2028, NTB siapkan diri jadi tuan rumah yang baik

Ketua Umum KONI NTB Mori Hanafi didampingi sejumlah pengurus saat menggelar konferensi pers, Senin 5 September 2022 di Mataram.

Mataram (Detikntbcom) – Komite Olahraga Nasional Indonesia Nusa Tenggara Barat (KONI NTB) tengah mempersiapkan diri menghadapi Pekan Olahraga Nasional atau disebut PON Nusa Tenggara ke XXII tahun 2028 setelah PON Sumut dan Aceh ke XXI tahun 2024.

Ketua Umum KONI NTB Mori Hanafi menjelaskan, dalam menghadapi event nasional bergengsi tersebut, segala persiapan tengah direncanakan, termasuk di ataranya kebutuhan dana yang cukup besar.

Mori menyatakan seluruh persiapan sudah dilakukan dan berdasarkan hasil visit KONI Pusat beberapa waktu lalu, bahwa NTB dan NTT dinyatakan siap sebagai tuan rumah PON XXII tahun 2028 mendatang karena memang calon tunggal.

“Untuk penawaran atau bidding ini akan dilaksanakan 12 September di KONI Pusat Sedangkan, penentuan tuan rumah diputuskan pada Musyawarah Olahraga Nasional yang juga dilaksanakan di KONI Pusat pada 13 September di Jakarta. Nanti ini akan dihadiri perwakilan dari Pemprov dan KONI NTB, termasuk NTT. Mengingat NTB dan NTT ini calon tunggal,” terang Mori Hanafi saat menggelar konferensi pers, Senin 5 September 2022 di kantor sekretariat KONI NTB di Mataram.

Ketua Umum PSSI NTB ini mengungkapkan, untuk menjadi tuan rumah PON membutuhkan dana yang tidak sedikit, maka KONI bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) harus bekerja keras menyambut kegiatan olahraga terbesar di tanah air tersebut.

“Setelah penetapan sebagai tuan rumah nanti, tentu Pemprov dan KONI akan bekerja keras untuk dua substansi salah satunya penyiapan fasilitas venue yang dilaksanakan harus berstandar internasional. Mengingat besarnya anggaran untuk PON nanti terdiri dari sumber pertama bantuan pusat dari APBN dan APBD provinsi dan APBD kabupaten dan kota dan sponsor dan dana pihak ketiga yang sifatnya sah dan tidak mengikat,” ucapnya.

Untuk itu kata Mori, KONI dan Pemprov akan membuat Perda PON. Contoh Perda pada saat Papua menjadi tuan rumah PON. Perda sebagai payung dan landasan hukum dalam persiapan sebagai tuan rumah PON. Keinginan NTB dan NTT ini menjadi PON terbaik dalam sejarah PON. Karena itu tekad sukses sebagai tuan rumah dan sukses juga prestasi harus diraih.

“Kita sedang berusaha mencari jalan tentunya yang sah dan halal untuk menambah anggaran KONI, mengingat Pemprov sedang tekanan viskal berat setelah pandemi COVID-19 yang jalan dua tahun. KONI NTB buat koperasi untuk cari anggaran yang sah dan halal untuk semuanya dikembalikan ke olahraga,” terangnya.

Mori menuturkan kelebihan dipercayanya NTB sebagai tuan rumah tentu harus disambut positif. Pasalnya seluruh fasilitas dibangun negara, venue fasilitas olahraga seperti stadion berkapasitas 70 ribu penonton dengan estimasi biaya ratusan miliar bahkan triliunan. Bahkan, 27 venue lapangan tembak terbaik diprediksi habiskan anggaran triliunan rupiah. GOR Turide akan direvitalisasi, begitu halnya yang di Lombok Tengah.

“Anggaran PON 2028 yang akan diberi nama PON Nusa Tenggara ini nanti bersumber dari APBN, APBD provinsi, APBD kabupaten dan kota, sponsor dan dana pihak ketiga yang sah. Oleh karena itu akan segera buat Peraturan Daerah (Perda) PON seperti daerah yang sudah menjadi tuan rumah sebagai landasan hukum persiapan menghadapi PON 2028,” jelasnya.

Untuk PON nantinya, Mori menjelaskan akan dipertanidngkan sebanyak 54 cabang olahraga (Cabor) dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII bersama tersebut.

“Ada 54 Cabor yang disepakati untuk dipertandingkan. Di antaranya 27 Cabor digelar di NTB dan 27 Cabor dilaksanakan di NTT,” jelasnya.

la merincikan untuk Cabor-cabor yang dipertandingan di NTB antara lain Aerosport, Anggar, Atletik, Balap Sepeda, Berkuda, Bermotor, Bola Basket, Bola Voli, Dance Sport, Futsal, Golf, Hoki, Judo, Karate, Kick Boxing, Kuash, Menembak, Muaythai, Panahan, Panjat Tebing, Pentaque, Selancar, Selam, Sepatu Roda, Tennis, Tarung Drajat, Triathlon.

Sementara Cabor lain seperti Angkat Besi, Akuatik, Biliard, Bola Tangan, Binaraga, Bridge, Bulutangkis, Catur, Cricket, Dayung, E-sport, Gateball, Gulat, Hapkido, Layar, Pencak Silat, Rugby, Senam, Sepak Bola, Sepak Takraw, Kempo, Taekwondo, Tenis Lapangan, Tenis Meja, Tinju dan Wushu dilaksanakan di NTT.

“Dari 54 Cabor ada beberapa Cabor yang memang organisasinya belum ada di NTB, misalkan Hoki. Jadi ini tantangan kita untuk segera membentuk organisasi, baru setelah itu kita carik atlet. Sehingga kita tidak asal ikut untuk meraih medali dan waktu enam tahun tidak lama,” ujarnya.

“Apalagi Cabor yang akan dipertandingkan dengan atletnya minim. Dan ini butuh dana yang tidak sedikit untuk bentuk atlet, sehingga jadi ini PR kita bersamalah,” sambung Mori.

Menurutnya, meski jumlah Cabor tersebut belum ditetapkan secara resmi, namun NTB bercita-cita di PON 2028 tersebut bisa masuk lima besar secara nasional.

“Mudah-mudahan ini bisa terwujud dan paling sebagai tuan rumah kita harus ikuti semua Cabor yang akan dipertandingkan,” ucap Mori. (Iba)