Detikntbcom – Kota Bima menjadi titik awal perjalanan Kirab Api Obor Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) NTB XII/2026. Dari halaman Kantor Wali Kota Bima, Senin (23/2026), api semangat olahraga resmi diberangkatkan untuk mengelilingi 10 kabupaten dan kota di NTB, sebelum tiba di Mataram pada pembukaan PORPROV.
Pelepasan kirab berlangsung khidmat dan dihadiri Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi NTB, H. Fahtul Gani, Kepala Dinas Dikpora NTB yang diwakili Kepala Bidang Olahraga, Agus Sukmayadi, Wakil Ketua KONI NTB, Ridwan Syah, Ketua KONI Kota Bima, Alfian Indra Wirawan, serta para kepala OPD lingkup Pemerintah Kota Bima.
Obor PORPROV yang menjadi simbol persatuan, sportivitas, dan semangat olahraga dilepas dari Kota Bima sebelum melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Bima.
Sepanjang rute, obor dikawal rombongan pesepeda dalam kegiatan Bentang Sumbawa-Lombok, yang akan menempuh perjalanan sekitar 456 kilometer melintasi 10 kabupaten dan kota hingga berakhir di Kantor Gubernur NTB menjelang pembukaan PORPROV.
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Bima, Feri Sofiyan, mengatakan Kirab Api Obor bukan sekadar seremoni menjelang pembukaan PORPROV, tetapi menjadi simbol kebersamaan seluruh masyarakat NTB dalam membangun prestasi olahraga.
“Kirab Obor ini bukan sekadar simbol. Ini adalah pesan bahwa PORPROV adalah milik kita bersama. Mari kita jadikan ajang ini untuk mengasah prestasi atlet sekaligus mempererat tali silaturahmi antar daerah,” ujarnya.
Feri juga memberikan motivasi kepada para atlet Kota Bima agar menjadikan PORPROV NTB 2026, sebagai panggung untuk menunjukkan kemampuan terbaik serta mengharumkan nama daerah.
“Manfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Bertandinglah dengan menjunjung tinggi sportivitas dan tunjukkan bahwa atlet Kota Bima mampu bersaing dan meraih prestasi terbaik,” pesannya.
Usai prosesi pelepasan, obor langsung dibawa menuju Kabupaten Bima dengan pengawalan rombongan pesepeda. Selanjutnya, api PORPROV akan dibawa melintasi Kabupaten Dompu, Sumbawa, Sumbawa Barat, Lombok Timur, Lombok Tengah, Lombok Barat, Lombok Utara dan Kota Mataram, hingga Kabupaten Lombok Utara sebelum tiba di Kantor Gubernur NTB 16 Juli 2026.*












