Dewan soroti kinerja BPPD NTB

Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Provinsi NTB, Akhdiansyah.

Mataram (Detikntbcom) – Anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat, Akhdiansyah menyoroti kinerja Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB. Anggota Komisi II DPRD NTB itu mempertanyakan peran BPPD selama ini dalam mendukung promosi pariwisata daerah.

Pasalnya, dia menilai keberadaan BPPD dalam turut serta mendukung pariwisata NTB selama ini tidak dirasakan sama sekali. Padahal, kata politisi PKB itu, Provinsi NTB diketahui bersama memiliki banyak event nasional maupun internasional.

Seharusnya, BPPD dalam hal ini diharapkan dapat mengambil peran memanfaatkan kehadiran berbagai event untuk melakukan promosi. Dengan harapan, berbagai potensi destinasi wisata yang ada di Pulau Lombok dan Sumbawa dapat lebih dikenal secara luas.

Oleh karenanya, pria yang juga Ketua Bapemperda DPRD NTB itu menilai BPPD bekerja normatif dan tidak memiliki terobosan. “Saya kok nggak merasakan ada BPPD. Normatif kerjanya, buat terobosan dong. Makanya di Komisi II itu sempat kita tanya, apa ini perannya,” kata Akhdiansyah 26 September 2022.

“Contoh di event internasional kemarin, mana BPPD?. Harusnya kan (BPPD hadir melakukan promosi) di WSBK, MXGP dan lainnya. Apa peran BPPD?,” tanyanya. Pria yang kerap disapa Guru To’i itu mengaku selama dua tahun duduk di Komisi II DPRD NTB belum pernah mendapatkan laporan/hasil kinerja BPPD.

“Terus terang, selama 2 tahun di Komisi II saya belum dapat report kinerja mereka. Apa (kerjanya) dan tidak terlihat juga peran mereka,” sesalnya. Diungkapkan, bahwa dalam APBD Perubahan, BPPD NTB mendapatkan anggaran sekitar Rp 1,2 miliar.

Anggaran tersebut akan dipertanyakan nantinya. “Komisi II akan klarifikasi itu (penggunaan anggaran tersebut). Saya akan tanya itu,” tegasnya lagi. Dia mendorong promosi destinasi pariwisata tidak hanya terfokus di Pulau Lombok saja. Karena destinasi wisata di Pulau Sumbawa juga banyak.

“Tidak kalah indah destinasi wisata yang ada di Pulau Sumbawa. Dari ujung Sumbawa Barat sampai dengan Sape destinasi semua itu,” ujarnya. Apa yang menjadi dorongan pihaknya bukan tanpa alasan. Diharapkannya agar wisatawan dapat mengetahui dan menikmati lokasi wisata diseluruh NTB. “Supaya lokasi wisata kita itu ditahu. Promosikan, bahwa ada juga (potensi wisata) di daerah lain (Pulau Sumbawa),” dorong Guru To’i.

Lebih jauh dikatakan anggota DPRD Provinsi NTB jebolan dari Dapil VI Dompu, Bima dan Kota Bima itu menyatakan bahwa, pihaknya berencana akan memanggil BPPD NTB dalam waktu dekat. Karena akan ada banyak hal yang akan dibahas secara bersama untuk dimintai klarifikasi. “Sebagai mitra, (BPPD NTB) akan kita undang,” demikian Akhdiansyah.

Sementara itu, Ketua BPDD Provinsi Nusa Tenggara Barat, Ari Garmono menanggapi baik terkait rencana Komisi II DPRD NTB yang akan mengundang pihaknya untuk duduk bersama. Justru dengan duduk bersama, menurut dia, akan banyak hal yang bisa dibahas bersama.

Termasuk masukan dan saran demi kinerja BPPD NTB lebih baik kedepannya. “Kami menganggap hal tersebut bagian dari proses evaluasi yang tentu saja baik untuk menginventarisasi persoalan dan masukan untuk kinerja ke depan yang lebih baik,” ujarnya.

Menurut dia, pola kerja BPPD NTB selama ini tetap mengedepankan pola kolaborasi dan koordinasi. Terlebih dengan banyaknya berbagai event yang hadir di Nusa Tenggara Barat. “Kerja-kerja BPPD tidak semuanya berdiri sendiri. Banyak yang sifatnya kolaboratif mengingat banyak event-event daerah yang harus disupport,” katanya.

“Selama ada pelibatan BPPD selalu koordinatif. Menjadi bagian dari supporting sistem. Jadi hal tersebut juga yang mungkin menyebabkan ruang kehadiran BPPD kurang terasa,” demikian singkat Ari Garmono menambahkan. (Iba)