Ketua DPRD NTB Nilai Sari Yuliati Bukan Sekadar Simbol, Tapi Pejuang Aspirasi Rakyat

Ketua DPRD NTB Baiq Isvie Rupaeda. (Iba/Ist)
Ketua DPRD NTB Baiq Isvie Rupaeda. (Iba/Ist)

Detikntbcom – Ketua DPRD Provinsi NTB, Baiq Isvie Rupaeda, menyampaikan pandangan terbuka terkait kiprah Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati yang dinilainya memiliki kontribusi nyata bagi masyarakat Nusa Tenggara Barat.

Dalam keterangannya di Mataram, Sabtu (23/5/2026), Baiq Isvie menegaskan bahwa penilaian terhadap Sari Yuliati harus ditempatkan secara proporsional berdasarkan rekam jejak pengabdian dan manfaat nyata yang dirasakan masyarakat.

“Sebagai Ketua DPRD Provinsi NTB, sebagai kader Partai Golkar, dan terutama sebagai sesama perempuan yang memahami tidak ringannya jalan pengabdian di ruang publik, saya merasa perlu menyampaikan pandangan secara jernih mengenai kiprah Sari Yuliati,” ujarnya.

Menurut Isvie, pernyataannya bukan semata-mata karena faktor kedekatan politik ataupun kesamaan partai, melainkan sebagai bentuk tanggung jawab moral agar masyarakat tidak dibawa pada penilaian yang sempit dan tidak berdasarkan fakta.

Ia menyebut Sari Yuliati sebagai salah satu putri terbaik NTB yang dipercaya masyarakat dari Dapil NTB II Pulau Lombok untuk memperjuangkan berbagai kepentingan rakyat di tingkat nasional.

“Beliau tidak hanya hadir sebagai simbol keterwakilan perempuan atau daerah, tetapi benar-benar bekerja memperjuangkan aspirasi masyarakat di bidang pendidikan, infrastruktur, sosial, pertanian, perumahan hingga persoalan hukum,” katanya.

Isvie menilai, kepercayaan yang diberikan kepada Sari Yuliati untuk menduduki jabatan strategis sebagai Wakil Ketua DPR RI Fraksi Partai Golkar untuk sisa masa jabatan 2024–2029 merupakan bentuk pengakuan atas kapasitas, pengalaman dan integritas politik yang dimiliki.

Selain itu, posisi Sari Yuliati sebagai Bendahara Umum DPP Partai Golkar periode 2024–2029 juga disebut menjadi bukti bahwa kiprahnya diperhitungkan tidak hanya di daerah, tetapi juga dalam panggung politik nasional.

“Penetapan itu bukan perkara kecil. Itu mencerminkan pengakuan kelembagaan terhadap kapasitas dan rekam pengabdian yang telah beliau bangun dalam waktu panjang,” tegasnya.

Dalam keterangannya, Isvie juga menyoroti berbagai program yang dinilai langsung menyentuh kebutuhan masyarakat NTB. Di antaranya penyaluran beasiswa Program Indonesia Pintar bagi siswa di NTB, dukungan terhadap Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya di Pulau Lombok, hingga perhatian terhadap isu sanitasi berbasis masyarakat.

Ia menilai, berbagai kerja tersebut tidak adil jika dipersempit hanya karena perbedaan pandangan politik.

“Kritik dalam politik itu biasa. Tetapi mengerdilkan kerja seseorang tanpa membaca jejak pengabdiannya adalah bentuk ketidakadilan pengetahuan,” ujarnya.

Sebagai sesama perempuan di ruang politik, Baiq Isvie juga menekankan pentingnya penghormatan terhadap kiprah perempuan yang mampu menembus ruang kepemimpinan nasional.

“Perempuan dalam politik sering kali bekerja dua kali lebih keras untuk diakui separuhnya saja. Ketika seorang perempuan mampu membawa nama NTB di panggung nasional dan tetap menjaga hubungan aspiratif dengan masyarakat, maka yang patut dilakukan adalah menilai secara adil,” katanya.

Ia mengajak seluruh pihak membangun praktik politik yang lebih sehat, yakni politik yang mengedepankan manfaat bagi masyarakat dan menghargai kerja nyata.

“Hj. Sari Yuliati telah menunjukkan bahwa perempuan NTB mampu berdiri di panggung nasional, bukan sekadar pelengkap, tetapi sebagai pengambil peran. Beliau membawa suara masyarakat Lombok dan harapan rakyat NTB agar lebih didengar di pusat kekuasaan,” tutup Isvie. (Iba)