Puluhan nasabah mengaku ditipu Koperasi Nusantara di Sumbawa hingga ratusan juta

Ilustrasi waspada penipuan koperasi (Istimewa)

Mataram (Detikntbcom) – setelah Koperasi Serba Usaha (KSU) Rinjani bermasalah dengan hukum dengan ketuanya Sri Sudarjo dikerangkeng, kini salah satu Koperasi simpan pinjam di Kabupaten Sumbawa berulah.

Koperasi yang beralamat di Kabupaten Sumbawa ini diduga menipu nasabahnya hampir 58 orang. Peristiwa tersebut terungkap oleh salah satu saudara nasabah yang terkena tipu. Nasabah tersebut adalah pensiunan ASN.

“Awal ceritanya, kakak saya itu meminjam di Kopnus (Koperasi Nusantara) sebanyak Rp17 juta dan Rp5 juta rupiah. Kemudian setelah semuanya lunas managernya menawarkan mengambil pinjaman ke Bank Bank Syariah Mandiri sekarang Bank Syariah Indonesia (BSI) sebanyak Rp175 juta rupiah,” ungkap Rusli keluarga korban penipuan seperti dikutip dari video wawancaranya dengan salah satu media lokal di Sumbawa pada, Senin 25 September 2022 kemarin.

“Ibu ini ikut-ikut saja karena kebetulan ada mantan muridnya yang bekerja di bank saat itu bernama Bunga mengurus semua keperluan pencairan kredit. Akhirnya setelah ini semua diurus oleh manager Kopnus dan salah satu karyawan BSI saat itu keluarlah kredit atas nama ibu Sabariah ini sebanyak Rp175 juta,” ungkapnya.

Jadi ketika kredit itu dicairkan pada tanggal 22 Agustus 2018, kemudian manager koperasi ini meminta uang Rp141 juta rupiah untuk melunasi pinjamannya yang ada di Kopnus. Sementara menurut korban tidak pernah meminjam uang kredit sebesar itu kepada Kopnus.

Kasus tersebut katanya sudah dilaporkan ke polisi, namun hingga saat ini belum juga ditindaklanjuti. Kemudian dilaporkan kembali pada 22 Agustus 2022 dan sudah diminta keterangan korbannya 15 September 2022.

“Sampai sekarang kasus ini belum ada tanda-tanda untuk diproses lebih lanjut. Ini yang kami harap kepada pihak kepolisian untu segeralah untuk meindklanjuti kasus ini . Terlalu banyak korban yang dirugikan,” harapnya.

Mereka sudah melakukan berbagai langkah termasuk melakukan demonstrasi supaya pihak kepolisian menindaklanjuti kasus tersebut sesuai dengan arahan Kapolri.

Pihaknya berharap, Kopnus bertnggung jawab dan mengembalikan semua uang korban yang diduga ditipunya. Jika tidak pihak kepolisian untuk segera melakukan penyelidikan kasus ini sehingga pihaknya mendapatkan keadilan. (Iba)