Halid akui monopoli paket proyek DAK SMA/SMK 2022 di Bima

Tangakpan layar daftar paket proyek DAK SMA/SMK Dikbud NTB yang di-posting akun facebook @Satkar Umara baru-baru ini. (Istimewa/FB/Satkar Umara)

Bima (Detikntbcom) – Viral di Media sosial, pemilik Toko Aktif berlokasi di Kota Bima, Halid Jubaidi, memonopoli sejumlah paket proyek pengerjaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Sekolah Menengah Atas / Sekolah Menengah Kejuruan (SMA/SMK) di Bima dan Kota Bima.

Hal itu seperti unggahan akun Facebook milik @Satkar Umara. Satkar membeberkan sejumlah daftar paket yang dikerjakan oleh Toko Aktif tersebut.

Hebat sekali Toko Aktif ini, hampir di semua sekolah di Bima/Dompu ia menjadi pemenang DAK SMA/SMK. Siapakah gerangan pemilik toko ini? Benarkah ada kaitannya dengan PKS? Bukankah ini praktik monopoli? Apakah Kadis Dikbud NTB tahu atau tutup mata?

Setelah saya hitung secara cepat, Toko Aktif ini paling kurang mengelola sekitar 8 Miliar dana DAK SMA/SMK NTB 2022 ini,” tulis akun tersebut yang di-posting baru-baru ini.

Postingan tersebut banyak mendapatkan tanggapan dari netizen.

Jangan Masuk di Sape yg Monopoli Gitu Mas,” komentar akun @Fakhru Tamone.

Sementara dikonfirmasi, pemilik Toko Aktif berlokasi di Melayu Kota Bima ini, Halid Jubaidi, mengakui mendapatkan banyak paket dari Dana Alokasi Khusus (DAK) SMA/SMK di Bima dan Kota Bima dengan nilai miliran rupiah.

“Info ada benar ada salah. Sanggar dan Wawo nda (bukan) ada saya,” ungkap Halid saat ditanya via pesan singkat, Kamis 13 Oktober 2022.

Ditanya lebih lanjut, apakah sejumlah paket yang tersebar di sosial media selain Wawo dan Sanggar adalah adalah pekerjaannya, Halid justru bungkam hanya terlihat membaca saja pertanyaan awak media ini.

Untuk diketahui, daftar paket yang tersebar di Medsos itu adalah sebagia berikut:

1. SMKN 2 Kota Bima Rp 1,1 M
2. SMAN 2 Woha Rp 1,2 M
3. SMAN 2 Sanggar Rp 350jt
4. SMAN 1 Sanggar Rp 1 M
5. SMAN 1 Soromandi Rp 530jt
6. SMAN 1 Wawo Rp 360jt
7. SMAN 1 Monta Rp 680jt
8. SMAN 2 Monta Rp 620 jt
9. SMAN 5 Kota Bima Rp 650jt

Dalam daftar tersebut menurut Halid, hanya Sanggar dan Wawo yang bukan dikerjakan oleh dirinya.

Jika dihitung paket pengerjaan tersebut berjumlah Rp4,780 miliar rupiah. (Iba)