Detikntbcom – Ketua Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelamat Organisasi Badan Koordinasi Bali Nusa Tenggara (HMI-MPO Badko Bali Nusra) Abdul Halik menduga kuat ada permainan panitia seleksi penerimaan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI).
Halik menemukan data dari sejumlah peserta yang lulus yang seharusnya mengikuti pendidikan tapi dinyatakan gugur sebelum berangkat pendidikan.
“Padahal email yang diterima mereka dinyatakan lulus. Ini sangat lucu,” ungkap Halik kepada media ini, Rabu 23 April 2025 di Mataram.
Hingga saat ini, kasus itu belum ada kepastian yang jelas dari Pansel dengan sejumlah kejanggalan yang terjadi.
Oleh karena itu, Abdul Halik mendesak Danrem 162/WB dan panitia seleksi pusat SPPI untuk menjawab keresahan atas kejanggalan seleksi tersebut.
“Jikalau ini tidak diatensi dengan alasan yang kongkrit kami akan melakukan aksi demonstrasi besar-besaran di kantor Danrem NTB dan bersurat secara resmi ke Kemenhan dan Mabes TNI,” tegasnya.
Untuk diketahui, Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) ini merupakan program dalam pembangunan daerah, khususnya dalam bidang pemenuhan gizi nasional.
Para sarjana yang terpilih dalam program ini akan bertugas sebagai Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan membantu pemerintah dalam program makan bergizi gratis di berbagai daerah.
Hingga berita ini diturunkan, media ini masih berupaya melakukan upaya konfirmasi ke pihak terkait termasuk Danrem 162/WB dan Pansel. (Iba)












