Detikntbcom – Rudi Hartawan (57), pria asal Bogor yang kini bermukim di Labuhan Haji, Lombok Timur, pernah mengecap manisnya kesuksesan sebagai pedagang gorengan dan siomay Bandung.
Namun nasib berkata lain. Dua tahun terakhir, kehidupannya berubah drastis. Kini ia tinggal di sebuah gubuk kosong pinjaman, berjuang untuk bertahan hidup dan menyekolahkan anak-anaknya.
Kepada media ini, Rudi mengenang masa kejayaannya yang dimulai sejak tahun 2018. Saat itu, ia mampu meraup omzet harian hingga Rp2 juta, cukup untuk membiayai pendidikan kelima anaknya. Bahkan, putra sulungnya kini sedang menempuh semester tujuh di bangku kuliah.
Namun badai kehidupan datang menghantam. Penyakit yang menimpa dirinya dan salah satu anaknya membuat seluruh tabungan dan modal usahanya habis tak bersisa.
“Sekarang saya cuma menumpang di gubuk kosong milik orang. Istri saya kerja serabutan di sawah, kadang cuma dapat Rp35 ribu sehari,” tutur Rudi dengan suara tertahan kepada media ini, Kamis 24 Juli 2025
Dampak ekonomi dari keterpurukan ini menjalar ke seluruh anggota keluarga. Dua anaknya yang baru lulus sekolah kesulitan membeli perlengkapan masuk SMP dan SMA. Sementara sang anak sulung membutuhkan laptop untuk keperluan magang bulan depan, sesuatu yang kini mustahil mereka beli.
“Kalau saya tidak bisa mulai jualan lagi, bagaimana saya bisa kasih makan dan sekolahkan anak-anak saya?” ungkapnya lirih.
Meski terdesak keadaan, Rudi tak kehilangan harapan. Ia masih menyimpan keinginan kuat untuk kembali berjualan gorengan seperti dulu. Dengan bantuan modal kecil dari para dermawan, ia yakin bisa bangkit dan kembali menata masa depan keluarganya.
Bagi masyarakat yang tergerak membantu, dapat menyalurkan donasi melalui rekening BRI: 4735 0101 4060 504 atas nama Anissa. Untuk konfirmasi bisa ke nomor kontak yang bersangkutan 081998122391. (Iba)












