DPD Hanura NTB Rampungkan Muscab di 7 Kabupaten/Kota, Ahmad Dahlan Tekankan Soliditas Kader Menuju Pileg dan Pilkada 2029

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Hamda Dahlan menyerahkan bendera pusaka kepada sejumlah Ketua DPC terpilih di tujuh kabupaten/kota. (Iba)
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Hamda Dahlan menyerahkan bendera pusaka kepada sejumlah Ketua DPC terpilih di tujuh kabupaten/kota. (Iba)

Detikntbcom – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) telah menuntaskan Musyawarah Cabang (Muscab) untuk pemilihan ketua di tujuh kabupaten/kota.

Daerah yang telah melaksanakan Muscab yakni Kota Mataram, Lombok Tengah, Lombok Timur, Kabupaten Lombok Utara, Dompu, Kota Bima, dan Kabupaten Bima.

Masih tersisa tiga kabupaten yang belum melaksanakan Muscab, yakni Lombok Barat, Sumbawa, dan Sumbawa Barat, yang akan segera dijadwalkan dalam waktu dekat.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPD Hanura NTB, Ahmad Dahlan, yang akrab disapa Dae Leo. Dalam arahannya, anggota DPRD NTB dua periode itu menegaskan pentingnya soliditas, disiplin organisasi, dan semangat kebersamaan seluruh kader dalam membesarkan partai menjelang kontestasi politik mendatang.

“Muscab ini bukan sekadar agenda rutin organisasi, tetapi momentum konsolidasi untuk memperkuat struktur partai hingga ke tingkat akar rumput. Kita ingin Hanura benar-benar hadir sebagai rumah aspirasi rakyat,” tegas Dae Leo, Rabu 29 Oktober 2025 di Mataram.

Ia menekankan agar para ketua DPC terpilih segera melakukan langkah-langkah strategis, mulai dari penguatan kaderisasi, pembangunan komunikasi lintas elemen, hingga pembentukan struktur partai yang solid di setiap kecamatan dan desa.

Lebih lanjut, Ahmad Dahlan menyampaikan bahwa seluruh tahapan konsolidasi tersebut merupakan bagian dari persiapan besar Hanura NTB dalam menghadapi Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2029.

“Kita tidak boleh menunggu momentum datang. Dari sekarang, Hanura NTB harus mulai menyiapkan infrastruktur politik yang kuat, kader yang militan, dan strategi yang matang untuk menghadapi Pileg dan Pilkada 2029,” ujarnya.

Ia optimistis, dengan semangat kolektif dan komitmen bersama seluruh pengurus dan kader di semua tingkatan, Hanura NTB akan mampu tampil sebagai kekuatan politik yang diperhitungkan di masa mendatang. (Iba)