Detikntbcom — PT Pertamina Patra Niaga akhirnya buka suara menanggapi sorotan publik dan desakan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) MPO Badan Koordinasi Bali Nusa Tenggara (Badko Balinusra) terkait dugaan kelangkaan BBM subsidi jenis Biosolar di Pulau Sumbawa.
Pertamina menegaskan bahwa penyaluran BBM subsidi di seluruh wilayah Pulau Sumbawa tetap terpenuhi sesuai kuota yang ditetapkan pemerintah, meskipun mengakui sempat terjadi kendala distribusi di salah satu SPBU.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menyampaikan Pertamina menjalankan penugasan pemerintah untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat, termasuk petani dan nelayan, tetap terpenuhi.
“Sebagai badan usaha yang mendapat penugasan pemerintah, Pertamina Patra Niaga terus berkomitmen menyalurkan BBM subsidi sesuai kuota dan titik layanan yang telah ditetapkan,” ujar Ahad dalam keterangan resminya, Rabu (24/12) seperti siaran pers diterima Detikntbcom.
SPBU Rabakodo Akui Sempat Terkendala
Menanggapi informasi yang beredar luas pada Selasa (23/12) terkait keluhan petani dan nelayan yang kesulitan mendapatkan Biosolar, khususnya di SPBU Rabakodo, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima, Pertamina mengakui adanya gangguan distribusi bersifat sementara.
Menurut Ahad, kendala tersebut bukan disebabkan kelalaian, melainkan karena realisasi kuota Biosolar SPBU Rabakodo telah melampaui batas tahunan.
“Pada minggu lalu, penyaluran Biosolar di SPBU Rabakodo memang sempat terkendala karena kuota tahun 2025 telah terealisasi sebesar 103,5 persen, sehingga perlu dilakukan proses pengajuan penambahan kuota,” jelasnya.
Pertamina Klaim Kuota Tambahan Disetujui
Pertamina menyebut bahwa langkah antisipatif telah dilakukan dengan mengajukan tambahan kuota Biosolar kepada pemerintah. Hasilnya, persetujuan (approval) penambahan kuota sebesar 170 kiloliter (KL) telah diberikan.
“Per hari Minggu, 21 Desember 2025, penyaluran BBM subsidi di SPBU Rabakodo sudah kembali normal setelah adanya persetujuan penambahan kuota,” kata Ahad.
Polemik Belum Usai
Meski Pertamina menyatakan distribusi telah kembali normal, polemik kelangkaan solar di Pulau Sumbawa masih menuai kritik dari berbagai pihak, termasuk HMI MPO Badko Bali–Nusa Tenggara yang sebelumnya menuding adanya dugaan permainan distribusi BBM dan mendesak pencopotan oknum petinggi Pertamina di NTB.
HMI menilai penjelasan kuota tidak serta-merta menghapus fakta bahwa petani dan nelayan sempat kehilangan akses terhadap BBM subsidi selama beberapa hari, yang berdampak langsung pada aktivitas ekonomi mereka.
“Kami minta bukti ril atas pengklaiman tersebut. Jangan sampai masyarakat dibodohi dengan informasi sesat dan menyesatkan seperti ini. Kami akan terus mengawal kasus kelangkaan ini hingga petinggi Pertamina dievaluasi,” tegas Ketua HMI Badko Bali Nusra Abdul Halik dikonfirmasi, Rabu 24 Desember 2025 di Mataram. (Iba)












