Detikntbcom – Ketua Komisi I DPRD NTB, H. Moh. Akri, mendorong aparat penegak hukum dan aparat keamanan untuk meningkatkan langkah-langkah preventif dalam menjaga keamanan lingkungan di Kota Mataram menjelang arus mudik Lebaran.
Menurut Akri, peningkatan pengamanan menjadi hal penting mengingat Kota Mataram merupakan pusat aktivitas ekonomi dan pendidikan di Nusa Tenggara Barat yang dihuni banyak pendatang dari berbagai daerah.
Ia menjelaskan, saat musim mudik tiba, banyak warga memilih kembali ke kampung halaman seperti Bima, Dompu, hingga Sumbawa, sehingga berpotensi meninggalkan rumah dalam kondisi kosong.
“Ketika mereka pulang kampung saat Lebaran, tentu banyak rumah yang ditinggalkan. Ini perlu diantisipasi sejak dini,” ujar Akri usai kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama pimpinan dan anggota DPRD NTB, Senin (9/3) di Mataram.
Akri menilai peran aparat keamanan, khususnya melalui keberadaan polisi masyarakat (Polmas), perlu dimaksimalkan untuk melakukan langkah-langkah pencegahan di lingkungan permukiman warga.
“Di beberapa wilayah sudah ada polisi masyarakat atau Polmas. Ini perlu dimaksimalkan agar ada langkah preventif untuk mengantisipasi rumah kosong yang ditinggal pemiliknya pulang kampung,” katanya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya koordinasi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan masyarakat guna menjaga situasi tetap kondusif selama periode mudik.
Akri juga mengimbau masyarakat yang hendak meninggalkan rumah dalam waktu lama agar meningkatkan kewaspadaan dengan langkah sederhana, seperti memberitahukan tetangga atau pengurus lingkungan setempat.
“Kalau meninggalkan rumah, sebaiknya dititipkan kepada tetangga atau dilaporkan kepada lingkungan setempat agar bisa ikut diawasi. Dengan begitu, keamanan lingkungan tetap terjaga,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia berharap sistem keamanan lingkungan (siskamling) serta patroli rutin aparat keamanan dapat dioptimalkan untuk mencegah potensi tindak kejahatan selama banyak warga meninggalkan rumah.
“Intinya pengamanan harus diperkuat supaya tidak ada masyarakat yang dirugikan ketika meninggalkan Kota Mataram,” pungkasnya. (Iba)












