Detikntbcom – Pemerintah Provinsi NTB melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) menggandeng lembaga pendidikan vokasi untuk menyiapkan tenaga kerja profesional yang siap dikirim ke luar negeri.
Plt Kadisnakertrans NTB, Baiq Nelly Yuniarti, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan tindak lanjut arahan Gubernur agar lulusan pendidikan, termasuk SMK dan perguruan tinggi, tidak hanya diwisuda tetapi juga mendapat akses ke lowongan kerja internasional.
“Buat lulusan SMK, banyak lowongan ke Jepang dan Korea, jadi harus mulai siapkan kemampuan bahasa,” ujarnya, Selasa 29 Juli 2025.
Disnakertrans juga menyoroti pentingnya memilih lembaga pelatihan bahasa yang resmi dan legal untuk menghindari praktik perdagangan orang (TPPO). Saat ini, ada banyak lembaga pelatihan resmi yang beroperasi di NTB.
Nelly menambahkan, banyak pekerja migran asal NTB yang sudah bekerja di sektor formal luar negeri, namun masih berstatus magang. Ia berharap ke depan mereka bisa langsung bekerja dengan status penuh, yang memungkinkan penghasilan mencapai Rp20 juta per bulan.
Untuk tujuan Malaysia Barat, pemerintah membuka kembali penempatan PMI melalui enam perusahaan resmi, dengan tahap awal memberangkatkan 218 calon PMI untuk sektor perkebunan sawit.
Ia mengimbau para PMI agar mampu melakukan manajemen keuangan pribadi dengan baik agar tidak pulang ke Tanah Air tanpa hasil. (Iba)












