NTB Rancang Museum Tematik sebagai Pusat Edukasi, Riset dan Identitas Budaya

Tim Percepatan Pemprov NTB, Chairul Mahsul, dalam diskusi kelompok terarah (FGD) pembentukan museum tematik NTB di Museum NTB, Senin (4/8/2025) bersama sejumlah narasumber. (Iba)
Tim Percepatan Pemprov NTB, Chairul Mahsul, dalam diskusi kelompok terarah (FGD) pembentukan museum tematik NTB di Museum NTB, Senin (4/8/2025) bersama sejumlah narasumber. (Iba)

Detikntbcom – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tengah merancang pembangunan museum tematik sebagai bagian dari strategi jangka panjang pembangunan kebudayaan daerah. Rencana ini akan dimasukkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029.

Museum tematik dirancang bukan hanya sebagai ruang pameran benda budaya, tetapi juga sebagai pusat riset dan edukasi publik yang memperkuat literasi sejarah serta identitas budaya lokal.

“Konsep ini sudah dituangkan dalam kegiatan strategis pemerintah dan telah disertifikasi sebagai bagian dari arah pembangunan konkret,” kata Tim Percepatan Pemprov NTB, Chairul Mahsul, dalam diskusi kelompok terarah (FGD) pembentukan museum tematik NTB di Museum NTB, Senin (4/8/2025).

Gagasan ini berangkat dari pengalaman Gubernur NTB dalam kunjungan luar negeri, di mana museum menjadi destinasi utama wisatawan karena peranannya yang luas, tak hanya sebagai galeri budaya, tetapi juga pusat pembelajaran.

“Pak Gubernur ingin dalam lima tahun ke depan NTB memiliki museum yang hidup. Museum yang menjadi pusat riset, mengenalkan budaya lokal, dan menjawab kebutuhan edukasi,” jelas Chairul.

Museum tematik yang dirancang akan mengusung berbagai tema lokal seperti lontar, manuskrip kuno, hingga tenun khas NTB. Seluruhnya dipilih karena memiliki akar budaya yang kuat di tengah masyarakat.

Chairul menambahkan, pembangunan museum tidak dilakukan dari nol. Gedung-gedung bekas kantor OPD yang sudah tidak digunakan akan dimanfaatkan sebagai lokasi museum. “Langkah ini efisien dan sejalan dengan konsep museum tematik yang fleksibel dalam penataan ruang,” ujarnya.

Pemerintah juga akan menggandeng banyak pihak dalam perumusan konten museum, mulai dari akademisi, seniman, budayawan, hingga komunitas lokal. “Semua akan dilibatkan sesuai tema. Misalnya jika membangun museum gunung api, maka akan melibatkan para ahli geologi,” imbuhnya.

Target awal, Pemprov NTB ingin mewujudkan dua hingga tiga museum tematik mulai tahun ini.

Adapun tanggung jawab pembangunan dan pengelolaan museum berada di bawah Dinas Kebudayaan NTB yang baru terbentuk dan telah masuk dalam struktur APBD tahun ini. (Iba)