Kurash Internasional Digelar di Lombok, Promosikan Sport Tourism dan Budaya NTB

Untuk pertama kalinya, dua ajang besar sekaligus digelar di NTB, yakni 2nd KUSEA Kurash Championship dan 1st KUSEA Beach Kurash Championship digelar di Gelanggang Pemuda Kota Mataram. (Iba)
Untuk pertama kalinya, dua ajang besar sekaligus digelar di NTB, yakni 2nd KUSEA Kurash Championship dan 1st KUSEA Beach Kurash Championship digelar di Gelanggang Pemuda Kota Mataram. (Iba)

Detikntbcom – Pulau Lombok kembali menjadi pusat perhatian dunia olahraga. Untuk pertama kalinya, dua ajang besar sekaligus digelar di NTB, yakni 2nd KUSEA Kurash Championship dan 1st KUSEA Beach Kurash Championship.

Kejuaraan ini menjadi bukti kepercayaan Kurash Union South East Asia (KUSEA) kepada Indonesia, khususnya NTB, yang kini semakin dikenal sebagai destinasi sport tourism internasional.

Ketua PB Federasi Kurash Indonesia (Ferkushi), Mayjen TNI (Purn) Teuku Abdul Hafil Fuddin, menegaskan bahwa pemilihan Lombok bukan tanpa alasan.

“Kami memilih Lombok karena merupakan salah satu destinasi wisata utama di Indonesia dan mendapat dukungan penuh dari Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal. Ini sesuai dengan tema yang kami usung: kekuatan, persahabatan, dan budaya yang harmonis,” ujar Hafil, Jumat (29/8).

Hafil menambahkan, event ini sekaligus menjadi langkah strategis untuk memperjuangkan agar kurash bisa dipertandingkan di PON XXII tahun 2028. Menurutnya, olahraga asal Asia Tengah ini memiliki potensi besar berkembang di Indonesia karena tidak membutuhkan venue mahal dan peralatan sulit.

Ratusan Atlet dari Tujuh Negara

Tercatat ratusan atlet dari tujuh negara Asia Tenggara ambil bagian dalam kejuaraan ini. Kontingen Indonesia menjadi yang terbesar dengan 98 atlet, disusul Vietnam (51 atlet), Filipina (41 atlet), Malaysia (32 atlet), Singapura (27 atlet), Thailand (16 atlet), dan Myanmar (1 atlet).

Secara keseluruhan, sekitar 500 orang terlibat dalam ajang ini, termasuk atlet, pelatih, ofisial, dan keluarga. Tidak hanya menjadi arena kompetisi, event ini juga menghadirkan suasana persahabatan lintas negara sekaligus mempererat keharmonisan budaya di Asia Tenggara.

Beach Kurash Perdana di Senggigi

Salah satu momen paling bersejarah adalah digelarnya Beach Kurash Championship untuk pertama kalinya di dunia. Ajang ini berlangsung di Pantai Senggigi, Lombok, yang menghadirkan pengalaman berbeda bagi para peserta dan penonton.

“Ini adalah langkah strategis untuk memperkenalkan format baru kurash sekaligus mempromosikan Lombok sebagai destinasi sport tourism bertaraf internasional,” jelas Hafil.

Pembukaan resmi sendiri berlangsung di Gelanggang Pemuda Mataram dan dihadiri pejabat Pemprov NTB, kabupaten/kota, serta perwakilan KUSEA.

Presiden Asosiasi Kurash Thailand, Pulsak Satjathamnukul, memberi apresiasi atas fasilitas yang disiapkan panitia.

“Venue yang disiapkan bagus dan memenuhi standar kejuaraan internasional. Bertanding di Lombok adalah pengalaman yang sangat menyenangkan dan sudah lama kami nantikan,” katanya.

Nilai Budaya dan Harapan NTB

Asisten III Setda NTB, Eva Dwiyani, menegaskan bahwa kurash tidak hanya soal olahraga, tetapi juga sarat nilai-nilai luhur.

“Kurash mengajarkan disiplin, kerja keras, dan saling menghormati. Dengan berpartisipasi, kita ikut melestarikan warisan budaya nenek moyang,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Pengprov Ferkushi NTB, Asnirawati atau akrab disapa Bunda Asni, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya event internasional ini di NTB.

“Semoga kegiatan ini menjadi pembuka event olahraga internasional lainnya di Lombok. Dengan ajang ini, atlet-atlet NTB bisa berkembang, menambah pengalaman, dan siap bersaing di tingkat lebih tinggi,” ujarnya.

Bunda Asni optimistis momen ini bisa mendorong kurash dipertandingkan di PON 2028, sekaligus menempatkan NTB sebagai salah satu daerah yang diperhitungkan dalam cabor tersebut.

Sport Tourism dan NTB Mendunia

Dengan keberhasilan penyelenggaraan dua event kurash internasional ini, Lombok kembali mengukuhkan diri sebagai destinasi sport tourism dunia. Perpaduan antara olahraga, budaya, dan pariwisata menjadikan NTB semakin relevan dengan tagline “NTB Gemilang, NTB Makmur Mendunia.” (Iba)