Detikntbcom – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus memperkuat langkah pengentasan kemiskinan ekstrem melalui program Desa Berdaya. Program yang dikoordinasikan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pemerintahan Desa, Kependudukan dan Pencatatan Sipil (DPMPD Dukcapil) NTB ini menjadi strategi utama dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa.
Kepala DPMPD Dukcapil NTB, Lalu Hamdi, menjelaskan bahwa pendekatan Desa Berdaya tidak hanya berfokus pada bantuan langsung, tetapi juga pada pendampingan intensif bagi keluarga miskin ekstrem agar dapat keluar dari jerat kemiskinan secara berkelanjutan.
“Kami menggunakan pendekatan transformatif melalui program Desa Berdaya. Setiap keluarga miskin ekstrem didampingi untuk mencapai kemandirian, mulai dari peningkatan kapasitas hingga pengembangan usaha produktif di tingkat desa,” ujar Lalu Hamdi di Mataram, Rabu 1 Oktober 2025.
Menurutnya, program ini menyasar 106 desa transformatif yang menjadi kantong kemiskinan ekstrem di seluruh kabupaten/kota di NTB. Masing-masing desa mendapatkan dukungan pendanaan dan intervensi program sesuai potensi lokal, seperti pertanian, peternakan, perikanan, hingga pengembangan desa wisata.
“Setiap desa kita dorong untuk menggali dan mengelola potensi yang ada. Ada yang kita kembangkan sebagai desa wisata, ada yang fokus pada pertanian atau perikanan, tergantung kondisi dan sumber daya yang dimiliki masyarakat,” jelasnya.
Hamdi menambahkan, program Desa Berdaya tidak hanya melibatkan pemerintah provinsi, tetapi juga menggandeng pemerintah kabupaten/kota, pemerintah desa, serta mitra pembangunan dari sektor swasta dan lembaga nonpemerintah. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan dapat mempercepat capaian target pengentasan kemiskinan ekstrem di NTB pada tahun 2029.
“Kuncinya adalah sinergi. Kami tidak bisa bekerja sendiri. Semua pihak, mulai dari pemerintah hingga lembaga pendamping dan masyarakat desa, harus berjalan bersama,” tegasnya.
Melalui program ini, Pemprov NTB menargetkan tercapainya penurunan signifikan angka kemiskinan ekstrem setiap tahun. Pendekatan berbasis desa diharapkan mampu memperkuat kemandirian masyarakat sekaligus mengurangi ketimpangan antarwilayah di NTB.
Program Desa Berdaya sendiri telah memasuki tahap pelaksanaan di sejumlah desa sasaran, dengan pendampingan berkelanjutan agar transformasi ekonomi masyarakat benar-benar terwujud. (Iba)












