Detikntbcom – Pemerintah Provinsi Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT) secara resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) kerja sama regional yang mencakup sejumlah sektor strategis. Penandatanganan MoU tersebut berlangsung di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Selasa 25 November 2025 dan disampaikan langsung oleh Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal.
Dalam sambutannya, Gubernur Iqbal menegaskan bahwa ketiga provinsi memiliki kesamaan visi dalam pembangunan, khususnya dalam pengembangan ekonomi hijau dan ekonomi biru. Menurutnya, kesamaan karakter wilayah sebagai provinsi kepulauan kecil menjadikan isu perlindungan lingkungan dan keberlanjutan sebagai prioritas bersama.
“Kami menemukan bahwa ketiga provinsi ini memiliki visi yang sama, yaitu membangun ekonomi hijau dan ekonomi biru. Kekayaan utama kita adalah laut, dan dari sanalah masyarakat kita hidup. Karena itu, kerja sama ini terasa seperti sebuah takdir,” ujar Iqbal.
Ia menambahkan, kerja sama lintas provinsi ini tidak hanya penting bagi penguatan ekonomi regional, tetapi juga sebagai upaya bersama menghadapi tantangan perubahan iklim yang dampaknya semakin dirasakan di wilayah kepulauan.
Gubernur Iqbal juga mengungkapkan bahwa rencana kerja sama tersebut telah dipaparkannya kepada sejumlah duta besar negara sahabat saat kunjungannya ke Jakarta dua pekan lalu. Beberapa negara yang telah menerima pemaparan tersebut antara lain Jepang, Korea, Singapura, Malaysia, Belanda, Australia, dan Selandia Baru.
“Respons dari para duta besar sangat positif. Mereka menilai arah kerja sama ini tepat, strategis, dan relevan dengan isu global saat ini,” katanya.
Berdasarkan kesepakatan awal yang sebelumnya dibahas di Bali, kerja sama regional ini akan difokuskan pada dua klaster utama yang mencakup tiga sektor strategis, yakni pariwisata, energi, dan konektivitas. Di sektor pariwisata, kerja sama diarahkan pada integrasi destinasi serta promosi bersama. Sementara di sektor energi, kolaborasi akan melibatkan berbagai pihak, termasuk PT PLN (Persero). Adapun sektor konektivitas mencakup penguatan transportasi laut, darat, dan udara, serta peningkatan hubungan sosial antarwilayah.
Ketiga provinsi sepakat untuk mulai mengimplementasikan program-program konkret hasil kerja sama tersebut pada tahun 2026. Sebagai tindak lanjut dari MoU yang ditandatangani hari ini, pertemuan lanjutan akan digelar di NTT pada 22 Desember mendatang untuk penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS).
Iqbal juga menyampaikan bahwa penetapan tanggal pertemuan lanjutan tersebut merupakan rekomendasi dari Gubernur Bali, yang mempertimbangkan nilai-nilai spiritual. Ia menyebut suasana pertemuan di Mandalika berlangsung sejuk dan penuh keberkahan, ditandai dengan turunnya hujan ringan saat rombongan dari Bali tiba.
MoU yang telah dirumuskan oleh tim dari ketiga provinsi dijadwalkan ditandatangani pada akhir rangkaian acara, sebelum dilanjutkan dengan pembahasan daftar final PKS sebagai dasar implementasi kerja sama ke depan.












