Detikntbcom – Pemerintah Provinsi Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT) resmi menyepakati lima bidang kerja sama strategis dalam Memorandum of Understanding (MoU) Kerja Sama Regional Bali–Nusa Tenggara (KR-BNN). Kesepakatan tersebut ditandatangani oleh ketiga gubernur di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Lombok Tengah, Selasa (25/11/2025).
Lima bidang kerja sama yang disepakati meliputi sektor pariwisata, energi, konektivitas atau perhubungan, perdagangan, serta ekspor-impor. Seluruh bidang tersebut direncanakan mulai diimplementasikan secara bertahap pada tahun 2026.
Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal menyampaikan bahwa penandatanganan MoU ini menjadi tonggak awal penguatan kolaborasi antardaerah di kawasan Bali dan Nusa Tenggara.
“Insya Allah kita sudah berkolaborasi dalam bidang-bidang kerja sama yang telah disepakati,” ujar Iqbal usai penandatanganan MoU.
Ia menjelaskan, ketiga provinsi sepakat untuk segera menyelesaikan seluruh instrumen hukum yang diperlukan sebelum pelaksanaan kerja sama dimulai, termasuk penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang dijadwalkan berlangsung pada 22 Desember 2025.
Dari lima bidang tersebut, sektor energi dinilai menjadi salah satu kerja sama paling strategis. Menurut Iqbal, isu mitigasi perubahan iklim menjadi perhatian utama mengingat Bali, NTB, dan NTT merupakan wilayah kepulauan yang sangat rentan terhadap dampak perubahan iklim global.
“Kalau tidak dikendalikan, perubahan iklim akan terus terjadi dan kami di wilayah kepulauan inilah yang menjadi korbannya,” tegasnya.
Kerja sama di sektor energi nantinya akan diarahkan pada pemanfaatan potensi energi terbarukan, khususnya tenaga surya, yang dimiliki oleh ketiga provinsi. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari pengembangan ekonomi hijau yang berkelanjutan di kawasan Bali–Nusa Tenggara.
Selain energi, ketiga provinsi juga melihat sektor kelautan sebagai potensi besar yang perlu dikelola secara bersama. Sebagai wilayah kepulauan yang sebelumnya dikenal sebagai Sunda Kecil, Bali, NTB, dan NTT memiliki ketergantungan tinggi terhadap sumber daya laut.
“Kami hidup dari kekayaan laut. Laut harus kami jaga, karena di sanalah letak kekuatan pariwisata dan hasil kelautan yang kami tawarkan,” pungkas Iqbal.
Kerja sama regional ini diharapkan mampu memperkuat daya saing kawasan Bali dan Nusa Tenggara sekaligus mendorong pembangunan berkelanjutan berbasis potensi lokal.












