Detikntbcom – Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Universitas Mataram (Unram), Maulana, menghadang Presiden Prabowo Subianto di sela kunjungannya untuk meresmikan Bendungan Meninting di Kabupaten Lombok Barat, Jumat (10/7/2026) siang.
Dalam momen tersebut, Maulana menyerahkan sebuah dokumen kajian yang memuat evaluasi terhadap berbagai kebijakan nasional serta sejumlah persoalan strategis di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).
Maulana mengatakan, penyerahan kajian itu merupakan upaya agar aspirasi mahasiswa dapat diterima secara langsung oleh kepala negara. Ia berharap dokumen tersebut tidak hanya diterima secara seremonial, tetapi benar-benar dibaca oleh Presiden Prabowo.
“Kami menyerahkan kajian yang berisi evaluasi terhadap sejumlah kebijakan nasional yang berdampak langsung kepada masyarakat NTB. Harapan kami bukan hanya diterima, tetapi dibaca langsung oleh Bapak Presiden,” ujar Maulana kepada wartawan saat dihubungi media ini.
Menurutnya, kajian tersebut mengangkat grand issue mengenai evaluasi menyeluruh terhadap berbagai kebijakan pemerintah yang dinilai memiliki implikasi terhadap kondisi sosial, ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat di NTB.
Selain memuat isu-isu nasional, dokumen tersebut juga mengulas sejumlah persoalan di tingkat daerah. Salah satunya berkaitan dengan dugaan kasus gratifikasi yang menurut mahasiswa perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat.
“Kami juga memasukkan persoalan-persoalan kedaerahan, termasuk isu dugaan gratifikasi yang menjadi perhatian publik. Kami berharap Presiden mengetahui langsung kondisi yang terjadi di daerah sehingga dapat menjadi bahan evaluasi,” katanya.
Maulana menjelaskan, langkah menyerahkan kajian secara langsung kepada Presiden dilakukan karena berbagai upaya penyampaian aspirasi di tingkat daerah belum membuahkan hasil.
“Selama ini kami sudah berupaya menyampaikan aspirasi melalui berbagai aksi di Kantor Gubernur, tetapi tidak pernah ditemui. Karena itu kami memanfaatkan momentum kunjungan Presiden agar suara masyarakat dan mahasiswa dapat sampai langsung kepada beliau,” ujarnya.
Ia menegaskan, aksi yang dilakukan berlangsung secara damai dan bertujuan mendorong pemerintah pusat memberikan perhatian lebih terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat NTB.
“Kami berharap Presiden benar-benar membaca kajian ini dan menjadikannya sebagai bahan pertimbangan dalam mengevaluasi kebijakan maupun menyikapi persoalan yang terjadi di NTB,” tutup Maulana. (Iba)












