Detikntbcom – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, mengimbau para pedagang di Pasar Tradisional Dasan Agung, Kota Mataram, untuk memanfaatkan teknologi pembayaran digital melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Pemanfaatan QRIS dinilai mampu meningkatkan efisiensi transaksi sekaligus memperluas akses layanan keuangan bagi pedagang pasar.
Imbauan tersebut disampaikan Gubernur Iqbal saat meninjau aktivitas perdagangan di Pasar Dasan Agung, Kamis (11/12/2025), didampingi Ketua TP PKK NTB, Sinta Agathia Iqbal, serta Direktur Utama Bank NTB Syariah, Nazaruddin.
Gubernur menekankan pentingnya edukasi penggunaan QRIS kepada seluruh pedagang, termasuk pedagang lanjut usia. Menurutnya, transformasi digital harus inklusif dan dapat dirasakan manfaatnya oleh semua lapisan masyarakat.
“Dulu, sekitar 90 persen pembiayaan Bank NTB Syariah masih didominasi konsumsi pegawai negeri. Ke depan, Insya Allah Bank NTB Syariah akan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat luas, terutama UMKM seperti pelungguh sami. Karena itu, tolong bantu juga sosialisasikan kepada pedagang yang masih belum memahami QRIS, terutama yang sudah lanjut usia, agar mereka tahu bahwa ini untuk kebaikan usaha mereka,” ujar Gubernur Iqbal.
Ia berharap semakin banyak pedagang yang terdaftar sebagai pengguna QRIS sehingga transaksi non-tunai di pasar tradisional dapat terus meningkat dan mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.
Pemanfaatan QRIS di Pasar Dasan Agung terbukti membawa dampak positif terhadap aktivitas perdagangan. Para pedagang mengaku pasar menjadi lebih ramai dan dinamis sejak diterapkannya sistem pembayaran digital tersebut.
“Semenjak ada QRIS, Pasar Dasan Agung semakin ramai dan hidup. Kami berterima kasih kepada Bank NTB Syariah yang sudah memperkenalkan teknologi ini kepada kami,” ujar Ely, salah seorang pedagang di pasar tersebut.
Sementara itu, Direktur Utama Bank NTB Syariah, Nazaruddin, mengungkapkan bahwa jumlah pedagang pengguna QRIS di Pasar Dasan Agung mengalami peningkatan signifikan. Dari sebelumnya 31 merchant, kini bertambah menjadi 129 merchant aktif.
“Frekuensi transaksi QRIS mencapai 4.444 transaksi per bulan dengan nilai nominal sekitar Rp248 juta pada November. Ini baru dari satu pasar saja, dan kami akan terus mendorong peningkatan literasi serta pemanfaatan teknologi digital di masyarakat,” jelas Nazaruddin.
Dalam kesempatan tersebut, Bank NTB Syariah juga memberikan Reward Prime kepada sejumlah pedagang pengguna QRIS di Pojok NTB Syariah sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka dalam mendukung transaksi digital. (Iba)












