Detikntbcom – Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI), Handy Mukarom, secara resmi membuka Musyawarah Daerah (Musda) HMI Badan Koordinasi (Badko) Bali Nusra yang digelar di Svarga Resort Senggigi, Lombok Barat, Rabu, 14 Januari 2025.
Dalam sambutannya, Handy Mukarom menegaskan bahwa HMI sejak awal berdiri merupakan organisasi kader yang memiliki karakter kuat sebagai insan-insan intelektual. Oleh karena itu, forum Musda tidak boleh terjebak pada persoalan teknis semata, melainkan harus menjadi ruang konsolidasi gagasan dan perumusan arah perjuangan yang bersifat substansial.
“HMI dan MPO sejak 1947 sampai hari ini tetap eksis karena kekuatan intelektual dan nalar kritis kadernya. Kita mungkin sering diposisikan sebagai minoritas, bahkan dianggap nomor dua, tetapi faktanya kita tetap hidup dan terus menyuarakan kebenaran,” tegas Handy.
Ia juga menyinggung dinamika ideologis yang pernah terjadi dalam perjalanan organisasi, khususnya terkait pengaburan nilai kemanusiaan dan kebangsaan. Menurutnya, hal tersebut berdampak pada kebingungan kader dalam mengekspresikan sikap kritis di ruang publik.
“Kader tidak perlu ragu dan goyah ketika menyampaikan gagasan di ruang publik. Apa yang didiskusikan di sekretariat harus berani disampaikan kepada pemerintah daerah, DPRD, maupun institusi negara lainnya secara intelektual dan substansial,” ujarnya.
Handy menekankan pentingnya tema Jihad Ekologis yang diangkat dalam Musda kali ini. Menurutnya, isu lingkungan hidup bukan sekadar tren, tetapi merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan intelektual kader HMI dalam merespons tantangan zaman.
“Jihad ekologis sejalan dengan agenda global SDGs dan juga kebijakan pembangunan nasional maupun daerah. Kritik kader HMI tidak boleh berhenti pada teriakan, tetapi harus berbasis analisis, data, dan solusi,” jelasnya.
Lebih lanjut, Handy menegaskan bahwa HMI adalah organisasi perkaderan dan perjuangan. Karena itu, ia mendorong agar kepengurusan ke depan memprioritaskan pembenahan internal sebelum melakukan ekspansi gerakan ke ranah eksternal.
“Satu tahun pertama kepengurusan harus fokus merapikan internal, memperkuat kaderisasi, dan konsolidasi ideologis. Setelah itu barulah bergerak ke eksternal dengan posisi yang lebih solid,” katanya.
Musda HMI Badko Bali Nusra tersebut dihadiri oleh Gubernur Nusa Tenggara Barat yang diwakili oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) NTB, Surya Bahari, Perwakilan Polda NTB serta seluruh perwakilan HMI Cabang se-Nusa Tenggara Barat.
Acara ini menjadi momentum strategis bagi HMI Badko Bali Nusra untuk memperkuat konsolidasi organisasi, merumuskan arah perjuangan ke depan, serta melahirkan kepemimpinan yang berintegritas dan berkarakter intelektual. (Iba)












