Detikntbcom — Ketua Korps HMI Wati (KOHATI) Cabang Mataram, Nurfinarti, menegaskan komitmennya untuk menjadikan KOHATI sebagai motor penggerak perubahan perempuan di tengah masyarakat. Hal itu disampaikannya dalam sambutan usai resmi dilantik di ruang utama paripurna DPRD Kota Mataram, Rabu malam (22/4/2026).
Pelantikan KOHATI Cabang Mataram dilakukan langsung oleh Ketua Umum HMI Cabang Mataram, Hakim Bima Persada, dan dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Ketua DPRD Kota Mataram Abdul Malik, unsur OKP Cipayung Plus Kota Mataram, senior dan alumni HMI Cabang Mataram Ibrahim Bram Abdollah, serta mantan Sekretaris Umum HMI Badko Balinusra Saiful Bahri.
Amanah Besar dan Tanggung Jawab Kepemimpinan
Dalam sambutannya, Nurfinarti menyampaikan bahwa jabatan yang diembannya bukan sekadar posisi struktural, melainkan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

“Ini bukan hanya sebuah amanah, tetapi tanggung jawab besar bagi saya untuk membangun rumah perjuangan KOHATI dan menghadirkan gerakan perempuan yang berdaya,” ujarnya.
Ia juga memperkenalkan tagline kepemimpinannya, yakni “KOHATI Bergaya, KOHATI Pembawa Perubahan” yang menurutnya bukan sekadar slogan, melainkan arah gerakan kolektif.
“Tagline ini bukan hanya kata-kata, tetapi aksi nyata yang akan kita capai bersama. KOHATI harus hadir sebagai kekuatan yang membawa perubahan,” tegasnya.
Ajakan Soliditas dan Kerja Kolektif
Nurfinarti mengajak seluruh kader KOHATI untuk memperkuat solidaritas dan bekerja sama dalam mengembangkan potensi diri serta organisasi.
“Kami harapkan seluruh kader dapat bergandengan tangan, bekerja sama, dan terus mengembangkan jati diri sebagai perempuan yang bergerak dan berdaya,” katanya.
Ia menekankan bahwa KOHATI bukan sekadar nama atau simbol organisasi, melainkan kekuatan nyata dalam perjuangan perempuan.
Perempuan Harus Jadi Subjek Perjuangan
Dalam penutup sambutannya, Nurfinarti mengutip gagasan dari literatur tentang peran perempuan dalam sistem sosial. Ia menegaskan pentingnya perempuan menjadi subjek, bukan sekadar objek dalam pembangunan.
“Perempuan jangan hanya menjadi objek, tetapi harus menjadi subjek yang berjuang dan mengambil peran strategis di tengah masyarakat. Laki-laki dan perempuan memiliki posisi yang setara dalam pemikiran dan pergerakan,” ujarnya.
Optimisme KOHATI di Tengah Tantangan Zaman
Dengan semangat kolektif, Nurfinarti optimistis KOHATI Cabang Mataram mampu menjawab tantangan zaman dan menjadi organisasi perempuan yang progresif.
“Mari kita buktikan bersama bahwa KOHATI bukan hanya rumah, tetapi kekuatan yang mampu membawa perubahan di tengah masyarakat,” tutupnya.
Pelantikan ini menjadi momentum penting bagi KOHATI Cabang Mataram untuk memperkuat peran perempuan dalam gerakan intelektual dan sosial, sekaligus mempertegas eksistensi organisasi sebagai bagian dari perjuangan HMI di daerah. (Iba)












