Detikntbcom – Wakil Ketua Umum DPP Partai NasDem, Saan Mustopa, secara resmi membuka Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) DPW Partai NasDem Nusa Tenggara Barat (NTB) di Hotel Golden Palace, Kota Mataram, Jumat (26/6/2026). Dalam sambutannya, Saan menegaskan bahwa Rakerwil harus menjadi forum strategis untuk merumuskan arah perjuangan partai sekaligus memperkuat kontribusi nyata bagi masyarakat.
Saan optimistis Partai NasDem NTB di bawah kepemimpinan Ketua DPW Mori Hanafi akan terus berkembang menjadi kekuatan politik yang semakin besar.
“Dengan dikomandoi Mori Hanafi, insya Allah Partai NasDem akan tumbuh dan berkembang menjadi partai yang kuat. Kita bukan hanya mempertahankan dua kursi DPR RI dari Dapil NTB yang berhasil diraih pada Pemilu 2024, tetapi pada Pemilu 2029 kita menargetkan NasDem NTB berada di posisi tiga besar,” ujarnya.
Menurut Saan, Rakerwil bukan sekadar agenda organisasi, tetapi momentum menyusun strategi, taktik, program, dan kebijakan partai agar keberadaan NasDem benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Dalam konteks kerja wilayah, kita harus mampu merumuskan berbagai strategi, taktik, program, dan kebijakan agar partai tetap dirasakan keberadaannya, baik oleh masyarakat maupun para pemangku kepentingan. Partai harus memberikan kontribusi nyata bagi kehidupan masyarakat,” katanya.
Ia menegaskan, sejak awal Partai NasDem didirikan bukan untuk menjadi beban masyarakat, melainkan menjadi solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi rakyat.
“Partai didirikan bukan untuk menambah beban masyarakat, tetapi untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Partai tidak boleh menjadi aktor yang menyulitkan masyarakat, melainkan harus hadir sebagai kekuatan yang memberi manfaat,” tegasnya.
Saan juga menyoroti rendahnya tingkat kepercayaan publik terhadap partai politik yang selama ini masih menjadi tantangan demokrasi di Indonesia. Menurutnya, sebagai salah satu pilar utama demokrasi, partai politik harus bekerja keras memperbaiki citra dan membangun kembali kepercayaan masyarakat.
“Dalam berbagai survei, partai politik masih berada pada peringkat bawah dalam tingkat kepercayaan publik. Persepsi masyarakat terhadap partai masih relatif negatif. Ini menjadi tantangan kita bersama untuk mengubahnya melalui kerja nyata, pelayanan kepada masyarakat, dan politik yang memberikan manfaat,” ujarnya.
Karena itu, seluruh struktur Partai NasDem diminta terus bekerja membangun kepercayaan publik agar target politik pada Pemilu 2029 dapat tercapai.
“Kalau masyarakat percaya dan memiliki persepsi positif terhadap Partai NasDem, insya Allah pada 2029 kita bukan hanya mempertahankan kursi yang sudah ada, tetapi mampu meningkatkan perolehan kursi sesuai target yang telah ditetapkan,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Saan juga mengajak seluruh kader NasDem untuk terus menjaga persatuan, memperkuat solidaritas, dan mendukung program-program pembangunan pemerintah demi kepentingan masyarakat.
Menurutnya, NasDem harus menjadi garda terdepan dalam menjaga persatuan bangsa sekaligus berkomitmen mengawal berbagai kebijakan pemerintah pusat agar dapat diwujudkan secara optimal di Nusa Tenggara Barat.
“Kolaborasi dan sinergi seluruh kekuatan menjadi sangat penting. NasDem harus terus berkomitmen mendukung program-program pemerintah yang berpihak kepada rakyat dan memastikan manfaatnya dirasakan masyarakat NTB,” ujarnya.
Ia juga berpesan kepada seluruh pengurus dan kader agar menjaga soliditas organisasi di tengah dinamika politik yang akan semakin besar menjelang Pemilu 2029.
“Saya berpesan kepada seluruh jajaran pengurus dan kader Partai NasDem untuk terus menjaga soliditas, militansi, dan solidaritas. Saling mendukung, saling menguatkan, dan tetap menjaga kebersamaan. Kalau kebersamaan itu bisa kita wujudkan, maka cita-cita menjadikan NasDem sebagai salah satu kekuatan politik terbesar di NTB, insya Allah dapat kita raih,” tutup Saan.
Rakerwil DPW Partai NasDem NTB dihadiri jajaran DPP, DPW, DPD, anggota legislatif, kepala daerah dari Partai NasDem, serta kader dari seluruh kabupaten dan kota di Nusa Tenggara Barat. Forum tersebut menjadi ajang konsolidasi untuk menyusun program kerja, memperkuat struktur organisasi, serta mematangkan strategi pemenangan menghadapi Pemilu 2029. (Iba)












