16 Hasil Riset Mahasiswa UGM Ungkap Potret Lingkungan dan Kebencanaan Lombok Tengah

Mahasiswa UGM saat menggelar penelitian di Kabupaten Lombok Tengah. (Iba)
Mahasiswa UGM saat menggelar penelitian di Kabupaten Lombok Tengah. (Iba)

Detikntbcom – Persoalan lingkungan, tata ruang, pertanian hingga potensi kebencanaan di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), menjadi perhatian mahasiswa Program Studi Kartografi dan Penginderaan Jauh (KPJ), Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM).

Sebanyak 96 mahasiswa KPJ UGM terjun langsung ke lapangan melalui agenda Kuliah Kerja Lapangan (KKL) III. Dalam kegiatan akademik tersebut, mahasiswa menuntaskan 16 penelitian kewilayahan yang dirancang berdasarkan karakteristik dan persoalan wilayah Lombok Tengah.

Berbagai isu strategis menjadi objek penelitian. Di antaranya kualitas lingkungan permukiman, fenomena urban heat island, kesesuaian lahan pertanian, estimasi stok karbon mangrove, tingkat sedimentasi Waduk Batujai, hingga pemetaan wilayah rawan bencana kekeringan dan tanah longsor.

Keragaman topik penelitian tersebut menunjukkan bagaimana ilmu geospasial dapat dimanfaatkan untuk membaca berbagai persoalan pembangunan secara lebih komprehensif.

Dalam proses penelitian, mahasiswa memadukan observasi lapangan dengan pemanfaatan citra satelit, Sistem Informasi Geografis (SIG), serta analisis kartografi. Data yang diperoleh di lapangan kemudian diolah dan dianalisis untuk menghasilkan informasi spasial yang menggambarkan kondisi wilayah secara lebih utuh.

Ketua Umum KKL III KPJ 2023, Adam Amirul Akbari, mengatakan kegiatan tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu geospasial secara langsung dalam mengidentifikasi persoalan kewilayahan.

“Melalui penelitian ini, kami ingin menunjukkan bahwa data geospasial dapat membantu memahami karakteristik wilayah secara lebih menyeluruh,” ujar Adam seperti siaran pers diterima, Senin 10 Agustus 2026 di Mataram.

Menurut dia, penelitian yang dilakukan tidak hanya berorientasi pada pemenuhan tugas akademik. Informasi yang dihasilkan diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai kondisi wilayah sekaligus menjadi bahan yang dapat dimanfaatkan berbagai pihak.

Pelaksanaan KKL III juga memberikan pengalaman kepada mahasiswa untuk menjalankan proses penelitian secara menyeluruh. Tahapannya dimulai dari perencanaan, pengumpulan data lapangan, pengolahan data, analisis spasial, hingga penyusunan rekomendasi berdasarkan hasil penelitian.

Sementara itu, Perwakilan Hubungan Masyarakat KKL III KPJ 2023, Al Maghfiroh Rizki, mengatakan seluruh laporan penelitian saat ini memasuki tahap akhir penyusunan.

Ia mengatakan hasil penelitian tersebut tidak ingin berhenti sebagai dokumen akademik yang hanya tersimpan di perpustakaan.

Karena itu, ringkasan dari 16 penelitian akan dipublikasikan secara bertahap melalui akun Instagram resmi @kpjugm2023, sehingga hasil kajian dapat diketahui dan diakses oleh masyarakat secara lebih luas.

“Harapannya, hasil penelitian ini tidak hanya menjadi luaran akademik, tetapi juga dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat,” kata Al Maghfiroh. (Iba)