Detikntbcom – Dugaan penggelembungan harga pengadaan CCTV pada program Sekolah Rakyat di Nusa Tenggara Barat (NTB) dilaporkan seorang warga ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda NTB.
Laporan tersebut disampaikan Heri Nurjayadi (51), warga BTN Sesela, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat, pada 2 Oktober 2026.
Selain mempersoalkan dugaan markup pengadaan CCTV, Heri juga menyoroti pekerjaan pest control anti-rayap yang dinilainya berpotensi menjadi pemborosan anggaran.
Dalam surat pengaduan yang ditujukan kepada Dirkrimsus Polda NTB, Heri meminta aparat penegak hukum menelusuri dugaan penyimpangan dalam penggunaan anggaran program Sekolah Rakyat.
“Saya menyampaikan adanya pekerjaan yang tidak seharusnya dikerjakan, yaitu pest control anti-rayap, serta dugaan markup harga pengadaan CCTV Sekolah Rakyat Nusa Tenggara Barat,” tulis Heri dalam surat pengaduannya.
Menurut Heri, pengaduan tersebut disampaikan agar aparat dapat melakukan pemeriksaan terhadap proses pengadaan maupun pekerjaan yang menggunakan anggaran negara tersebut.
Ia menegaskan siap memberikan keterangan maupun dokumen tambahan apabila diperlukan dalam proses penyelidikan.
“Saya siap memberikan keterangan dan bukti tambahan jika diminta penyidik. Proses investigasi saya serahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum,” tegas Heri.
Minta Pengadaan dan Pekerjaan Diperiksa
Heri berharap laporan tersebut tidak berhenti sebagai pengaduan, tetapi ditindaklanjuti dengan pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang berkaitan dengan pelaksanaan program.
Dugaan yang disampaikan mencakup dua hal utama, yakni harga pengadaan CCTV yang disebut diduga mengalami penggelembungan serta pekerjaan pest control anti-rayap yang dipertanyakan urgensinya.
Namun, dugaan tersebut masih sebatas laporan masyarakat dan belum dapat disimpulkan sebagai tindak pidana sebelum adanya hasil pemeriksaan dan proses hukum dari aparat berwenang.
Hingga berita ini ditulis, media kami masih berupaya mengkonfirmasi ke Polda NTB untuk dimintai tanggapan resmi mengenai tindak lanjut atas pengaduan tersebut. (Hend)












