Dosen STKIP Harapan Bima Dorong Transformasi Digital Pembelajaran, 20 Guru Dilatih Kuasai PhET dan Wordwall

Dosen STKIP Harapan Bima menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pelatihan pengembangan media pembelajaran interaktif bagi guru di SMP Negeri 1 Soromandi, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). (Iba)
Dosen STKIP Harapan Bima menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pelatihan pengembangan media pembelajaran interaktif bagi guru di SMP Negeri 1 Soromandi, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). (Iba)

Detikntbcom – Dosen STKIP Harapan Bima menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pelatihan pengembangan media pembelajaran interaktif bagi guru di SMP Negeri 1 Soromandi, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kompetensi dan profesionalitas guru dalam menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), sekaligus menjawab tuntutan transformasi pendidikan melalui penerapan pembelajaran yang kreatif, inovatif, dan berpusat pada peserta didik.

Mengusung tema “Pelatihan Pengembangan Media Interaktif pada Guru Pratama MGMP Matematika untuk Mendukung Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila”, program ini merupakan tindak lanjut dari kerja sama melalui nota kesepahaman (MoU) antara STKIP Harapan Bima dan SMPN 1 Soromandi.

Tim pengabdian diketuai Nurlailatun Ramdani, M.Pd., dengan anggota Nurwalidainisnawati, M.Pd., dan Randi Ardiansyah, M.Pd. Kegiatan tersebut juga melibatkan lima mahasiswa STKIP Harapan Bima untuk memberikan pengalaman praktik pengabdian dan interaksi langsung dengan lingkungan pendidikan di luar kampus.

Program ini didanai sepenuhnya oleh Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui kontrak Nomor: 071/E5/PG.02.00/PM.BATCH.2/2024 dan 2994LL8/AL.04/2024.

Perkenalkan PhET dan Wordwall untuk Pembelajaran Kreatif

Dalam pelatihan tersebut, para guru diperkenalkan dengan dua platform pembelajaran interaktif, yakni PhET dan Wordwall. Kedua media ini diharapkan dapat membantu guru mengembangkan proses pembelajaran yang lebih menarik, partisipatif, serta sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik peserta didik.

PhET dimanfaatkan sebagai media simulasi interaktif untuk membantu siswa memahami berbagai konsep pembelajaran melalui pengalaman visual dan eksplorasi. Sementara Wordwall dapat digunakan untuk membuat aktivitas pembelajaran berbasis permainan edukatif sehingga suasana belajar menjadi lebih menyenangkan.

Melalui penguasaan kedua platform tersebut, guru diharapkan mampu mengoptimalkan potensi sumber daya alam (SDA) dan sumber daya manusia (SDM) yang tersedia di lingkungan sekolah sebagai bagian dari pengembangan pembelajaran berbasis proyek.

Meski sasaran utama kegiatan adalah guru yang tergabung dalam MGMP Matematika, pelatihan tersebut juga diikuti sejumlah guru dari mata pelajaran lain. Ketertarikan lintas mata pelajaran itu menunjukkan bahwa pemanfaatan media digital memiliki peluang penerapan yang luas dalam proses pembelajaran.

Total peserta yang mengikuti kegiatan mencapai 20 orang.

Pelatihan berlangsung selama tiga hari, 12–14 September 2024, dengan rangkaian kegiatan meliputi penyebaran angket awal, workshop, pendampingan penggunaan PhET dan Wordwall, serta pengisian angket untuk mengetahui respons peserta terhadap materi dan metode pelatihan.

Guru Didorong Terapkan Hasil Pelatihan di Kelas

Tidak berhenti pada kegiatan workshop, tim pengabdian juga menyiapkan tindak lanjut melalui penugasan mandiri dan terstruktur kepada seluruh peserta.

Para guru diminta menerapkan media interaktif yang telah dipelajari di kelas masing-masing. Mereka juga diarahkan untuk mengamati aktivitas siswa serta mengumpulkan respons peserta didik terhadap penggunaan media tersebut dalam pembelajaran.

Kepala SMPN 1 Soromandi, Syamsudin, S.Pd., mengapresiasi pelaksanaan program pengabdian tersebut. Menurut dia, pelatihan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kreativitas dan inovasi tenaga pendidik di sekolahnya.

“Kegiatan pengabdian yang dilakukan berdampak positif dan meningkatkan kreativitas dan inovasi guru-guru kami dalam memanfaatkan IT sehingga dapat menggunakan media interaktif tersebut dalam kelas mereka masing-masing,” ujar Syamsudin.

Pria yang akrab disapa Pak Syam itu berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai bagian dari penguatan kualitas pendidikan di Kabupaten Bima.

“Kegiatan semacam ini harus terus digalakkan dan kami siap menjadi mitra untuk kegiatan pengabdian selanjutnya dari STKIP Harapan Bima,” tambahnya.

Apresiasi juga disampaikan salah seorang peserta pelatihan, Ramdhani, S.Pd. Ia mengaku memperoleh pengalaman baru dalam memanfaatkan teknologi sebagai sarana pendukung pembelajaran.

“Saya sangat bersyukur mendapatkan pelatihan penggunaan media interaktif seperti ini, dan saya sudah mencoba di kelas saya. Alhamdulillah siswa jadi antusias dan semangat dalam mengikuti pembelajaran, karena mereka mendapatkan sesuatu yang baru,” ungkapnya.

Mendorong Keberlanjutan Transformasi Pembelajaran

Ketua tim pengabdian, Nurlailatun Ramdani, M.Pd., menegaskan bahwa keberhasilan program tidak hanya diukur dari terlaksananya pelatihan, tetapi juga dari keberlanjutan penerapan media interaktif dalam kegiatan belajar mengajar.

Karena itu, tim berharap dukungan kepala sekolah untuk melakukan pemantauan terhadap implementasi hasil pelatihan. Bahkan, sekolah diharapkan dapat mempertimbangkan penyusunan kebijakan internal agar penggunaan media pembelajaran interaktif semakin terintegrasi dalam proses belajar mengajar.

Langkah tersebut dinilai penting agar pemanfaatan teknologi tidak berhenti sebagai pengetahuan yang diperoleh melalui workshop, tetapi benar-benar menjadi bagian dari budaya pembelajaran di sekolah.

Melalui program pengabdian ini, STKIP Harapan Bima berharap terbangun kolaborasi berkelanjutan antara perguruan tinggi dan satuan pendidikan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya tenaga pendidik di Kabupaten Bima.

Tim pengabdian juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat atas dukungan pendanaan sehingga program peningkatan kompetensi guru tersebut dapat terlaksana. (Iba)