98 Tahun Sumpah Pemuda, PB HMI MPO Usung Gagasan Satu Data untuk Masa Depan Indonesia

Ketua Umum PB HMI MPO Handy Muharam Nataprawira saat memberikan sambutan pada pelantikan HMI Badko Bali Nusra, Sabtu 17 Oktober 2026 di Mataram. (Iba)
Ketua Umum PB HMI MPO Handy Muharam Nataprawira saat memberikan sambutan pada pelantikan HMI Badko Bali Nusra, Sabtu 17 Oktober 2026 di Mataram. (Iba)

Detikntbcom – Memperingati 98 tahun Sumpah Pemuda, Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelamat Organisasi (PB HMI MPO) mendorong pemerintah memperkuat sistem satu data nasional sebagai fondasi transformasi digital dan penyelesaian berbagai persoalan bangsa.

Gagasan tersebut dinilai penting untuk memastikan kebijakan pemerintah lebih tepat sasaran, transparan, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.

Ketua Umum PB HMI MPO, Handy Muharam Nataprawira, mengatakan peringatan Sumpah Pemuda tidak seharusnya berhenti pada seremoni tahunan. Momentum bersejarah yang lahir pada 28 Oktober 1928 itu harus menjadi ruang refleksi bagi generasi muda untuk memperkuat persatuan dan mengambil peran dalam menjawab tantangan bangsa.

Menurut Handy, semangat persatuan yang diwariskan para pemuda terdahulu perlu diterjemahkan melalui kerja nyata, kolaborasi, serta keberanian menghadirkan solusi terhadap persoalan nasional.

“Semangat Sumpah Pemuda tidak boleh berhenti sebagai seremoni tahunan. Momentum ini harus menjadi ruang refleksi dan konsolidasi bagi seluruh elemen pemuda untuk memperkuat persatuan, membangun solidaritas, serta berkontribusi secara kolektif dalam memperbaiki berbagai persoalan bangsa,” ujar Handy.

Satu Data untuk Kebijakan yang Tepat Sasaran

Handy menilai, di tengah perkembangan teknologi dan kompleksitas tantangan global, Indonesia membutuhkan sistem tata kelola pemerintahan yang semakin terintegrasi. Salah satu langkah strategis yang harus menjadi perhatian adalah digitalisasi berbasis satu data.

Ia menyoroti persoalan ketidaksinkronan data antarlembaga yang selama ini berpotensi menghambat efektivitas kebijakan dan pelaksanaan program pembangunan.

Padahal, ketersediaan data yang akurat dan terintegrasi menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan arah kebijakan, mulai dari pengentasan kemiskinan, pemerataan pendidikan, peningkatan kualitas kesehatan, ketahanan pangan, hingga penguatan ekonomi nasional.

“Sistem satu data merupakan solusi penting untuk membangun tata kelola informasi yang terintegrasi, akurat, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Dengan data yang terpadu, pemerintah dapat merumuskan kebijakan secara lebih tepat sasaran,” tegasnya.

Karena itu, PB HMI MPO mendorong agar penguatan sistem satu data tidak hanya menjadi agenda pemerintah, tetapi juga melibatkan masyarakat sipil, perguruan tinggi, dan kalangan generasi muda.

Transformasi Digital Harus Lindungi Masyarakat

Lebih jauh, Handy mengingatkan bahwa transformasi digital tidak cukup hanya diukur dari penggunaan teknologi dalam pelayanan publik. Hal yang tidak kalah penting adalah komitmen membangun sistem pemerintahan yang efektif, inklusif, dan berkeadilan.

Menurutnya, penguatan satu data nasional harus berjalan beriringan dengan perlindungan data pribadi, keamanan informasi, serta pemerataan akses digital agar seluruh masyarakat dapat merasakan manfaat perkembangan teknologi.

Ia menilai, digitalisasi jangan sampai justru menciptakan kesenjangan baru akibat belum meratanya infrastruktur dan akses teknologi, terutama bagi masyarakat di wilayah yang masih menghadapi keterbatasan layanan digital.

Dalam momentum 98 tahun Sumpah Pemuda, PB HMI MPO juga mengajak seluruh elemen bangsa, khususnya mahasiswa dan generasi muda, untuk kembali merawat semangat kebangsaan melalui kerja-kerja kolaboratif.

Handy menegaskan, persatuan Indonesia tidak cukup hanya dibangun melalui kesamaan identitas dan simbol kebangsaan. Persatuan juga harus diwujudkan melalui kesamaan visi, solidaritas sosial, dan komitmen bersama dalam menyelesaikan persoalan rakyat.

PB HMI MPO meyakini, perpaduan semangat Sumpah Pemuda dan transformasi digital berbasis satu data dapat menjadi salah satu fondasi dalam mewujudkan cita-cita Indonesia Emas.

Generasi muda, kata Handy, harus tampil sebagai kekuatan moral, intelektual, sekaligus agen perubahan untuk memastikan masa depan Indonesia yang lebih bersatu, berdaulat, adil, dan sejahtera.

“Satu Tanah Air, Satu Bangsa, Satu Bahasa, dan Satu Data untuk Indonesia yang lebih maju,” demikian pesan PB HMI MPO dalam momentum peringatan Sumpah Pemuda tahun ini. (Iba)