Seluruh Pejabat Kota Bima Bakal Dievaluasi Total, Mohammad Rum Tegas tak Perjual-belikan

Penjabat Wali Kota Bima Mohammad Rum saat ditemui di ruang kerjanya di Kota Bima, Senin 9 Oktober 2023.

DetikNTBCom – Mohammad Rum membeberkan banyak oknum yang mengaku memperjualbelikan jabatan di Kota Bima membawa nama dirinya sebelum dan setelah dirinya ditetapkan sebagai Penjabat Wali Kota Bima.

Rum menegaskan, berjanji tidak akan memperjual-belikan jabatan dalam memimpin pemerintahan di Kota Bima selama setahun ke depan. Bahkan dirinya mengaku sudah ada beberapa pejabat yang menjadi korban oleh para oknum yang membawa nama dirinya.

“Sudah ada korban juga meminta uang atas nama saya. Jadi sudah saya bilang saya tidak ada jual beli jabatan dan selama saya menjadi pejabat tidak pernah jual beli jabatan,” tegasnya saat ditemui di ruangannya, Senin 9 Oktober 2023 siang kemarin di ruang kerjanya di kantor Wali Kota Bima.

Baca juga: Pj Wali Kota Bima Jajaki Kerjasama dengan Korea Suling Air Laut jadi Air Minum

Mantan Kadis PUPR NTB itu mengaku akan menggelar mutasi dalam waktu dekat, karena pada tanggal 25 September 2023 sehari sebelum pelantikannya sebagai Penjabat Wali Kota terjadi pelantikan oleh eks Wali Kota Bima Muhammad Lutfi yang justru diduga melanggar aturan KASN.

Meskipun rekomendasi KASN melarang atau menunda pelantikan itu justru Lutfi ngotot melantik. Oleh karena itu dirinya akan meminta izin ke KASN, jika nantinya diberi izin maka pihaknya menegaskan akan mengevaluasinya kembali, bahkan akan langsung mengevaluasi total para pejabat itu.

“Semuanya saya evaluasi bukan saja empat itu yang dievaluasi. Betul-betul digodok,” tegas Rum.

Nantinya setelah digodok sesuai dengan keahlian di bidangnya sambungnya, maka siapapun kepala daerah yang terpilih pada 2024 pasca dirinya tidak lagi menjabat, sudah memiliki mesin birokrasi yang mendekati ideal. (Red)