Beranda Breaking News Opsi musyawarah mufakat menggema di Munas IKA Unram

Opsi musyawarah mufakat menggema di Munas IKA Unram

174
0
Para calon ketua Umum IKA Unram dari kiri ke kanan: Ikhsan Kharyawan Amin, H. Faurani, Sira Prayuna dan Lalu Winengan

Mataram (Detikntbcom),- Pemilihan ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Alumni Universitas Mataram (PP IKA Unram) nampaknya akan memilih opsi musyawarah mufakat.

Menurut calon Ketua Umum PP IKA Unram Sira Prayuna dengan misi digital platformnya ini, bahwa IKA Unram adalah rumah besar dimana alumninya merasa penting melacak dan memeriksa rumah besarnya itu apa saja ornamen-ornamen yang dimilikinya.

“IKA ini juga harus menjadi sebuah kekuatan pengikat agar Unram ini bisa bicara di tingkat nasional dan internasional,” ujar mantan penasehat hukum Ahok ini, Sabtu (29/5) di Mataram.

Cara mewujudkan hal itu semua menurutnya, sangat percaya dengan perkembangan informasi dan tekhnologi yang berkembang saat ini, maka menjadi visi misinya adalah dengan menggunakan digital platform.

Bahkan ia meyakini perkembangan tersebut bakal menjadi motivasi bagi para alumni untuk menciptakan aplikasi untuk memasarkan ide-ide inovatif para alumni.

“Dengan digital platform tersebut mendorong perkembangan dan perluasan pasar umum dan dengan digital platform ini mempercepat sinergi dan jejaring alumni yang ada,” terangnya.

Untuk mendorong itu semua, diperlukan jiwa indosianisme yang menghargai produk dalam negeri dalam menumbuhkembangkan semangat persatuan dan kekerabatan. Oleh karena itu, untuk pemilihan Ketua Umum IKA tersebut, pihaknya menawarkan untuk mengedepankan musyawarah mufakat.

“Makannya alangkah baiknya kita bermusyawarah, siapa yang terbaik nanti tunjuk dia, siapa yang punya kesempatan tunjuk dia dan siapa yang sibuk-sibuk ga usah dipilih repot nanti,” tegasnya.

Sementara, Lalu Winengan juga Calon Ketua Umum ini mengharapkan adanya musyawarah mufakat. Namun karena punya tim dan didorong oleh tim maka pihaknya menyerahkan kepada timnya.

“Karena yang berproses ini adalah teman-teman dan adik-adik saya, maka saya serahkan kepada mereka, saya tidak mau mengecewakan adik-adik saya. Tapi kalau dia musyawarah mufakat saya siap, voting saya ikuti. Kalah pun tidak masalah,” tegasnya.

Meski tidak memaparkan secara gamblang tapi menurutnya dalam IKA Unram ini harus lebih mementingkan kepentingan IKA Unram dan mengenyampingkan ego personal.

“Saya sedang mencari sahabat sejati di munas ini, IKA Unram ini rumah besar bagi kita semua terutama para alumni, mari kita jaga dan besarkan,” ujarnya.

Winengan bahkan menegaskan dirinya maju sebagai kandidat ketua IKA Unram karena merasa terpanggil untuk membesarkan IKA Unram.

“Ada tanggung jawab moral untuk menghormati almamater dan membesarkan IKA Unram ini, jadi mari kita bersama sama kita membesarkan rumah besar kita ini,” pungkas Winengan.

Begitu pun sikap dari H. Faurani juga ketua Kadin NTB. Pihaknya juga membuka opsi musyawarah mufakat. Ika ini katanya tidak dibawa untuk kepentingan politik praktis.

“Kepentingan ini adalah kepentingan Unram, siapapun yang terpilih seluruh alumni bisa terakomodasi,” katanya.

Bahkan jika dirinya dipilih, maka pada saat dilantik langsung meletakkan batu pertama untuk pembangunan kantor IKA Unram. “Itu komitmen saya,” tegasnya.

Juga hal yang sama ditegaskan oleh Ikhsan Kharyawan Amin juga calon Ketum IKA Unram ini. Bahwa IKA ini jangan menjadikan sebagai lompatan politik praktis. “Tidak boleh itu,” katanya. (Iba)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here