Beranda Berita Dunia Puluhan ribu PMI dipulangkan ke tanah air, buntut krisis politik di Malaysia

Puluhan ribu PMI dipulangkan ke tanah air, buntut krisis politik di Malaysia

291
0
Ilustrasi PMI NTB di Malaysia rencananya mau dipulangkan (Ist)

Mataram (Detikntbcom),- Sebanyak 70 ribu Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Malaysia akan dipulangkan secara bertahap dan 1.364 termasuk dalam kelompok rentan.

“Tingginya angka pemulangan ini dipengaruhi karena adanya peningkatan covid-19 di Malaysia, sehingga sejak Bulan Juni 2021 lalu Pemerintah setempat menetapkan status Lockdown diikuti krisis ekonomi dan krisis politik,” ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Trasmigrasi NTB, Gde Putu Aryadi usai mendampingi Sekda NTB, H.Lalu Gita Ariadi, M.Si mengikuti Vicon bersama Dubes RI untuk Malaysia Harmono, BP2MI, Dirjen Pelindungan WNI Kemenlu, Deputi Kemenko PMK, Pejabat Imigrasi dan Sekda Provinsi Daerah-Daerah Demarkasi Pemulangan PMI, membahas persiapan penanganan ketibaan WNI repatrian dan deportan dari Malaysia, Rabu (04/08/21) di Ruang Rapat Sekda.

Berdasarkan informasi yang disampaikan Dubes Harmono, bahwa sejak penerapan lockdown oleh pemerintah Malaysia sejak bulan Juni lalu telah berdampak pada terhentinya aktivitas perekonomian dan timbulnya krisis ekonomi. Bahkan krisis politik.

“Para PMI kita pun menghadapi dilema, karena tidak bisa bekerja. Terlebih PMI yang non prosedural, mereka berhadapan dengan persoalan-persoalan hukum,” ungkap Gde.

Menurutnya, data dari Kementerian Luar Negeri, kata Aryadi bahwa terhitung sejak tanggal 1 Januari-20 Juli 2021 PMI yang telah dipulangkan sebanyak 50.482 orang, dengan skema pemulangan repatriasi sebanyak 47.419 dan deportasi sebanyak 3.063 orang.

“Jumlah PMI asal NTB yang telah dipulangkan sebanyak 16.160 orang dengan negara penempatan Malaysia sebanyak 11.454 orang,” ungkapnya.

Diketahui, jalur pemulangan PMI terbagi menjadi 3 jalur, yaitu jalur darat, laut dan udara. Jalur laut sebanyak 13.748 (27,23%), darat sebanyak 22.651 (44,87%), dan udara sebanyak 14.083 (27,90%).

“PMI/WNI yang bermasalah dan telah selesai menjalani hukuman inilah yang akan dideportasi oleh Pemerintah Malaysia dan proses pemulangannya dikelola oleh Pemerintah. Terdapat informasi formal bahwa Malaysia siap mendeportasi 1.180 WNI menuju Batam, namun untuk kepastian deportasi dan waktunya masih terus didalami,” tambahnya.

Gde menjelaskan, pemerintah memiliki program rekalibrasi pulang (pemutihan), yaitu semua pengurusan pemulangan PMI dipermudah dan PMI bisa mengatur kepulangannya sendiri. Program Rekalibrasi Pulang ini dilaksanakan dari bulan Juli-Desember 2021.

“Kondisi ekonomi Malaysia yang menurun menyebabkan banyak PMI yang kehilangan pekerjaan sehingga mereka tidak memiliki akses terhadap jaring pengamanan sosial. Jadi, PMI memilih pulang melalui program rekalibrasi pulang ini,” ujar Mantan Kadis Kominfotik NTB ini. (Iba)

Iklan TOI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here