Beranda Berita Dunia Terungkap sidang di PBB, Indonesia malah tak bela Palestina

Terungkap sidang di PBB, Indonesia malah tak bela Palestina

6510
0
Perempuan Palestina mencari sisa-sisa barang miliknya tengah reruntuhan bangunan yang hancur akibat serangan Israel di Beit Hanoun, Gaza pada 14 Mei 2021 (Ist)

Jakarta (Detikntbcom),- Presiden Joko Widodo (Jokowi) gencar menyuarakan pelanggaran kemanusiaan yang terjadi di Palestina karena serangan Israel, namun nyatanya Indonesia menolak resolusi pencegahan genosida dalam sidang Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).

Dalam sidang tersebut, Indonesia menolak resolusi Responsibility to Protect (R2P) dan pencegahan genosida, kejahatan perang, pembersihan etnik, dan kejahatan terhadap kemanusiaan dalam sidang umum PBB pada 18 Mei 2021 silam.

Hal itu dikutip dari Akun Twitter @UNWatch, Kamis, 20 Mei 2021 dilansir dari Jawapost online, mereka mengunggah daftar-daftar negara yang menolak resolusi tersebut.

Menanggapi hal tak lazim tersebut, Direktur Eksekutif Amnesty International yang juga Ketua Dewan Pengurus lembaga kajian demokrasi Public Virtue Research Institute (PVRI) Usman Hamid geram dengan penolakan Indonesia atas resolusi PBB terkait pelaksanaan tanggung-jawab untuk melindungi atas kejahatan HAM di Palestina, Myanmar dan Suriah.

“Kami menyayangkan sikap Indonesia yang menyatakan “tidak” saat pemungutan suara di Sidang Umum PBB terkait resolusi pelaksanaan Tanggungjawab Untuk Melindungi (Responsibility To Protect) atas situasi kejahatan yang tergolong amat serius di Palestina, Myanmar dan Suriah, terutama kejahatan terhadap kemanusiaan. Padahal jenis kejahatan ini merupakan pelanggaran HAM yang berat dan melanggar hukum Indonesia, yaitu UU No. 26/2000,” kata Usman dilansir dari tempo.co terbitan, Kamis  (20/5).

Masih dilansir dari Tempo, menurut Usman, sikap itu memperlihatkan rendahnya tingkat komitmen Indonesia dalam memajukan dan melindungi HAM di dunia. Dalam voting di PBB, Indonesia sejajar dengan 14 negara lain yang memiliki reputasi rendah di bidang HAM.

“Indonesia diapresiasi karena memberikan perhatian atas situasi kemanusiaan di sana. Tetapi sayangnya tidak mau memberikan suara YA untuk menghentikan pelanggaran HAM di Palestina, Myanmar dan Suriah melalui voting tersebut. Penolakan resolusi ini mencerminkan komitmen domestik Indonesia yang terlihat separuh hati dalam memperbaiki keadaan HAM di negeri sendiri seperti yang kita saksikan di Papua dan penanganan kasus-kasus pelanggaran HAM yang berat,” kata Usman, dalam keterangannya.

The Responsibility to Protect (R2P) adalah komitmen masyarakat dunia yang disetujui oleh semua negara anggota PBB pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Dunia 2005 lalu. Komitmen itu untuk menangani serta mencegah terjadinya kejahatan-kejahatan yang sangat serius di bawah hukum internasional, yaitu genosida, kejahatan perang, pembersihan etnis dan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Artikel ini dilansir dari Tempo.co dengan Judul “Amnesty International Kecewa Indonesia Tolak Resolusi PBB Perlindungan HAM“.

(Iba/Ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here