Kawal Percepatan Sejumlah Proyek ‘Jumbo’ di NTB, Komisi V DPR RI Tegaskan Dukungan untuk Port to Port, GOR Turida, Bendungan Meninting – Sekolah Rakyat

Anggota Komisi V DPR RI Abdul Hadi didampingi Mori Hanafi, Kadis PUPR NTB, Wakil Ketua DPRD NTB usai rapat koordinasi dengan Satuan Kerja Kementerian PU di Mataram. (Iba)
Anggota Komisi V DPR RI Abdul Hadi didampingi Mori Hanafi, Kadis PUPR NTB, Wakil Ketua DPRD NTB usai rapat koordinasi dengan Satuan Kerja Kementerian PU di Mataram. (Iba)

Detikntbcom – Anggota Komisi V DPR RI menegaskan komitmennya mengawal percepatan sejumlah proyek infrastruktur strategis bernilai ‘jumbo’ di NTB agar memperoleh dukungan pemerintah pusat dan dapat direalisasikan sesuai kebutuhan daerah.

Dalam pertemuan bersama Pemerintah Provinsi NTB, DPRD NTB, pemerintah kabupaten terkait, serta satuan kerja Kementerian Pekerjaan Umum di Mataram, Kamis 30 Juli 2026, Komisi V DPR RI membahas sejumlah proyek infrastruktur di NTB.

Sejumlah infrastruktur prioritas yang dibahas meliputi pengembangan konektivitas jalur Port to Port Lembar–Kayangan, rehabilitasi GOR Turide sebagai bagian dari persiapan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028, pembangunan Sekolah Rakyat, pembangunan kantor baru DPRD NTB, pembangunan 6 Sekolah Rakyat hingga optimalisasi pemanfaatan Bendungan Meninting.

Anggota Komisi V DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) NTB II, Abdul Hadi, mengatakan percepatan berbagai proyek tersebut membutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah agar proses perencanaan maupun penganggaran dapat berjalan sesuai tahapan.

“Seluruh agenda pembangunan ini memerlukan kolaborasi yang erat. Komunikasi yang intensif dengan kementerian teknis menjadi kunci agar kebutuhan pembangunan NTB dapat masuk dalam prioritas penyusunan anggaran nasional,” ujar Abdul Hadi saat pertemuan bersama Pemerintah Provinsi NTB, DPRD NTB, pemerintah kabupaten terkait, serta satuan kerja Kementerian Pekerjaan Umum di Mataram, Kamis (30/7/2026).

Mantan anggota DPRD NTB Itu menekankan pentingnya percepatan rehabilitasi GOR Turide mengingat NTB bersama Nusa Tenggara Timur telah ditetapkan sebagai tuan rumah bersama PON 2028.

Menurutnya, peningkatan kualitas sarana olahraga harus dilaksanakan dengan tata kelola yang baik agar seluruh proses pembangunan berlangsung efektif, akuntabel, dan tepat sasaran.

“Persiapan infrastruktur olahraga harus menjadi perhatian serius. Rehabilitasi GOR Turide merupakan bagian penting dalam mendukung kesiapan NTB sebagai tuan rumah PON 2028,” katanya.

Selain sektor olahraga, forum tersebut juga membahas berbagai proyek infrastruktur yang dinilai memiliki dampak langsung terhadap peningkatan pelayanan publik, konektivitas wilayah, dan pertumbuhan ekonomi daerah. (Iba)