Distanbun Bima bantah tuduhan Logis NTB soal dugaan ada mafia pengadaan benih jagung

Ilustrasi petani jagung (Ist)

Bima (Detikntbcom),- Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Bima membantah tuduhan atas Pernyataan Lombok Global Institute (LOGIS) bahwa Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten mengubah usulan petani di Dinas Pertanian Propinsi NTB dan menilai ada dugaan permainan mafia di dalamnya.

“Itu Tidak benar. Dinas Pertanian Kabupaten Bima tidak mengubah usulan varietas yakni Pertiwi 1.540 Ha, Bisi 77 1.978 Ha, Bioseed 1.650 Ha dan usulan tambahan yang merupakan pengalihan anggaran pemerintah pusat ke propinsi sebanyak 4.845 Ha untuk Variatas Bisi 99,” terang selaku Kabid Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Bima Chairul Munir, Sabtu (14/8).

Munir menegaskan, tuduhan bibit jagung bioseed pernah ditolak oleh petani Bima tahun 2020 adalah berita bohong dan tidak berdasar. Karena menurutnya, Dinas Pertanian tidak pernah mendapatkan bantuan varietas yang dimaksud.

“Bioseed 89 itu kualitasnya lebih baik karena masuk kelas umum 2, dibandingkan bioseed 54 setahu kami masuk kelas 3. Bantuan yang akan diterima para petani adalah bioseed 89 yang insya Allah kualitasnya jauh lebih baik,” terangnya.

Ia juga membantah adanya tuduhan main mata terhadap pengadaan tersebut, Munir mengatakan, dalam proses pengadaan adalah kewenangan Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB, sementara Pemerintah Kabupaten Bima merupakan penerima manfaat program.

“Tuduhan bahwa benih sudah ada di NTB sebelum usulan CPCL adalah tidak benar. Sebab hingga hari ini Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Bima masih menunggu datangnya benih tersebut yang konon masih berada di wilayah pulau Jawa,” tutupnya.

Sebelumnya, Logis menduga ada mafia atas pengadaan sejumlah benih jagung yang ada di Dinas Pertanian Kabupaten Bima.

“Jenis yang diusulkan petani ke Dinas Pertanian Kabupaten Bima itu antara lain jenis NK dan Pioneer. Tapi informasi yang kita terima di Dinas Pertanian Provinsi NTB justru berubah menjadi bioseed,” jelas Koordinator Divisi Advokasi dan Tindakan LOGIS NTB, Ardiyansah, Jumat (13/8) di Mataram. (Iba)