Beranda Breaking News Miris, ratusan karyawan PDAM Bima tak digaji hingga 28 bulan

Miris, ratusan karyawan PDAM Bima tak digaji hingga 28 bulan

556
0
Sejumlah perwakilan karyawan PDAM didampingi kuasa hukumnya usai menggelar mediasi dengan pihak Disnakertrans Provinsi NTB, Selasa (24/8). Mediasi tersebut gagal karena tidak dihadiri pihak PDAM Bima.

Mataram (Detikntbcom),- Sebanyak 112 karyawan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Bima tidak digaji selama 27 hingga 28 bulan.

Menurut keterangan pengacara karyawan PDAM Bima Khairul Aswadi, mereka tidak digaji tersebut dari tahun 2018 hingga 2021.

“Hingga saat ini mereka masih bekerja di PDAM. Namun anehnya hak mereka tidak diberikan,” ungkap Aswadi, Selasa (24/8) usai menggelar pertemuan dengan jajaran Disnakertrans Provinsi NTB di Mataram untuk dilakukan mediasi.

Dari 112 karyawan yang belum digaji tersebut, 50 orang karyawan di antaranya mengajukan mediasi tripartite kepada Disnakertrans NTB.

Dalam mediasi tripartite (antara pihak karyawan, PDAM dan Disnakertrans NTB) tersebut, pihak PDAM baik Dirut maupun jajarannya tidak hadir. Namun menurut Aswadi, itu akan dipanggil kembali Senin pekan depan.

Dijelaskannya, jika dikalkulasikan gaji 50 karyawan dari 112 yang mengajukan menuntut haknya melalui mediasi tersebut dengan rata-rata sekitar Rp2,2 juta dikali 28 bulan berjumlah Rp3,5 miliar.

“Kadang-kadang digaji namun hanya beberapa bulan saja per tahun dari 2018 sampai 2021. Misalnya per tahun hanya digaji 6-7 bulan itupun tidak full. Maka kami hitung sekitar 27-28 bulan,” terangnya.

Sebelumnya, mereka sudah melakukan segala upaya baik dengan PDAM sendiri, pemerintah daerah, termasuk DPRD Bima, namun hanya diminta bersabar.

“Hanya malaikat yang belum kami koordinasikan dan temui untuk membahas hak kami itu. Yang kami dapat hanya diminta bersabar,” ujarnya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTB ditemui di ruangannya, Selasa (24/8) siang

Sementara Kadisnakertrans Provinsi NTB I Gede Putu Ariadi ditemui di ruangannya menyayangkan jika persoalan itu benar terjadi. Gede menyampaikan, akan memanggil untuk kedua kalinya jajaran PDAM untuk dimediasi pada Senin pekan depan.

“Kami akan melakukan panggilan kedua untuk dimediasi (tripartite) perihal perselisihan hubungan industrial,” ungkapnya.

Hingga berita ini dipublish, pihak PDAM maupun pemerintah daerah masih diupayakan konfirmasi. (Oleng)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here