Mahasiswa KKNMas 2021 ubah sate ikan khas Lombok jadi kemasan frozenfood

Sejumlah mahasiswa KKN di Lombok Utara mengemas sate khas Lombok menjadi kemasan frozenfood

Lombok Utara (Detikntbcom),- Dalam rangka pelaksanaan KKNMAs Muhammadiyah Aisyiyah 2021 yang melibatkan berbagai Universitas dari Seluruh Indonesia berlangsung 14 Agustus hingga 14 September 2021, bertempat di Lombok Barat dan Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Pelaksanaan KKNMAs tahun 2021 mengangkat Tema Utama Pengembangan Pariwisata dan UMKM di Lombok Utara dan Penekanan Stunting di Lombok Barat.

Dalam pelaksanaan KKNMAs tahun ini, ratusan peserta dari berbagai Universitas Muhammadiyah di seluruh Indonesia terbagi ke dalam 52 kelompok yang tersebar di dua kabupaten di Lombok.

Tampak sate ikan kas Lombok yang dibuat jadi kemasan frozenfood (Istimewa)

Salah-satunya Kelompok 38 yang merupakan satu di antara puluhan kelompok KKN yang ditempatkan di desa Malaka, Kecamatan Pemenag, Kabupaten Lombok Utara.

Kelompok KKN perwakilan mahasiswa mahasiswi dari berbagai kampus di Indonesia tersebut antara lain Institut Agama Islam Muhammadiyah Sinjai, Universitas Muhammadiyah Mataram, Universitas Ahmad Dahlan, Universitas Aisyiyah Yogyakarta, Universitas Muhammadiyah Makassar, Universitas Muhammadiyah Parepare, Universitas Muhammadiyah Surakarta dan Universitas Muhammadiyah Purwokerto membentuk satu trobosan baru guna mengembangkan potensi UMKM Lombok Utara yang terdampak pandemi Covid-19.

Usaha kreatif tersebut dalam rangka pengembangan UMKM di Desa Malaka dusun Metinggi Mahasiswa Peserta KKN MAs Kelompok 38 turut serta dalam melakukan pengembangan dan monitoring selama satu minggu satu kali, berawal dari bulan Agustus 2021 hingga tujuan dan rancangan program terselesaikan.

Ketua kelompok KKN MAs kelompok 38 Anjasmara mengatakan, pengembangan dilakukan mahasiswa KKN MAs tersebut bukan hanya sekedar simbolitas pengembangan UMKM membentuk wacana, tetapi disertai dengan aktualisasinya sehingga bisa mendapatkan nilai dari perjuangan tersebut.

“Adapun produk UMKM yang dikembangkan dalam program KKN kelompok 38, iyalah sate Ikan khas pesisir Lombok Utara, bentuk pengembangan yang dilakukan dari segi pengemasan yang lebih modern hingga pengembangan menjadi Ikan Frozenfood yang lebih tahan lama, dilengkapi informasi nilai gizi serta pemasaran yang lebih luas melalui jejaring sosial,” katanya, seperti siaran pers diterima media ini, Minggu (5/9) di Mataram.

Kehadiran mahasiswa KKN MAs kelompok 38 di Desa Malaka sangat diapresiasi pemilik UMKM lokal sate Ikan Metinggi Usman dan disambut hangat atas kedatangannya.

“Saya sangat mengapresiasi sekali atas kedatangan peserta KKN MAs ini, karena kita dapat berbagi Ilmu dan sama-sama belajar mengembangkan potensi yang ada,” ujar Usman.

Usman berharap, kehadiran kelompok mahasiswa tersebut bisa berkolaborasi menjadi jalan kesejahteraan bagi masyarakat.

“Harapan saya dengan adanya kolaborasi antara mahasiswa peserta KKN dengan masyarakat dapat menjadi jalan kesejahteraan bagi masyarakat setempat,” harapannya. (Iba)