WSBK/MotoGP, Pulau Sumbawa dapat apa?, Akhdiansyah: kembangkan Samota

Anggota Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Nusa Tenggara Barat (DPRD NTB) Akhdiansyah.

Mataram (Detikntbcom) – Pasca terselenggaranya World Superbike (WSBK) serta menjelang perhelatan dunia MotoGP Maret 2022 yang digelar di Pertamina Mandalika Internasional Street Sircuit di Lombok Tengah Nusa Tenggara Barat, banyak yang bertanya, Pulau Sumbawa Dapat apa?.

Anggota Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Nusa Tenggara Barat (DPRD NTB) Akhdiansyah dengan tegas menjawab untuk mengembangkan Samota.

Samota adalah akronim untuk nama tiga kawasan wisata di Pulau Sumbawa yakni Teluk Saleh, Pulau Moyo, dan Gunung Tambora. Panorama di kawasan Samota sangat potensial mendatangkan wisatawan, baik itu nusantara maupun mancanegara.

Ketiga lokasi itu merupakan favorit karena mencakup pegunungan hingga dunia bawah laut. Samota layaknya ‘surga’ bagi para wisatawan.

“Kalau ditanya Pulau Sumbawa dapat apa, maka kita dapat Samota. Dengan mengembangkan maka kita akan mendapatkan faedah yang begitu luar biasa. Samota itu sangat strategis untuk dikembangkan,” tegas anggota dewan dari Dapil VI Bima-Dompu ini, Jumat (26/11) di Mataram.

Menurutnya, sebelum Covid-19 melanda dunia dan NTB, banyak wisatawan yang lalu lalang melihat estetika dan keindahan yang ada di Samota tersebut.

“Contoh kasus, sebelum Covid-19 rute Bali ke Pulau Komodo, dia harus melewati dan mampir di Pulau Moyo dengan keindahannya yang menakjubkan. Itu menjadi rute penting bagi wisatawan mancanegara yang datang dari Bali,” jelasnya.

Lebih lanjut ia menyarankan, politicall will Bupati/ Walikota di kabupaten Kota serta Pemprov Nusa Tenggara Barat untuk bersinergi menghadapi MotoGP di tahun depan.

“Selain itu, untuk mendukung itu semua, harus juga dibangun rel kereta api dari Pelabuhan Poto Tano hingga Bima. Itu saya yakin bisa mendongkrak perekonomian masyarakat Pulau Sumbawa,” sarannya.

Selain itu, dalam waktu dekat yang bisa dilakukan oleh masyarakat Pulau Sumbawa adalah mendorong Bupati Walikota untuk melatih anak-anak muda dan masyarakat umum berkreasi dengan membuat kerajinan tangan yang bernilai ekonomi tinggi. Dan juga tenaga kerjanya juga harus direkrut dari Pulau Sumbawa sebagiannya.

“Aya pikir itu yang harus dilakukan dan didorong oleh para Bupati Walikota di Pulau Sumbawa, sehingga tidak ada lagi yang bertanya Pulau Sumbawa dapat apa,” tutupnya. (Iba)