Menag YCQ didesak dicopot, Kakanwil Kemenag NTB didesak tolak SE 5/2022

Puluhan massa aksi dari HMI MPO Cabang Mataram dan PB HPMD tergabung dalam Aliansi Solidaritas Muslim (ASMI) NTB menggelar aksi di depan kantor Kementerian Agama Wilayah NTB, Rabu (2/3) siang di Mataram.

Mataram (Detikntbcom) – Massa aksi dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Mataram dan Pengurus Besar Himpunan Pelajar Mahasiswa Dompu (PB HPMD) yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Muslim (ASMI) NTB mendesak Presiden Jokowi untuk segera mencopot Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dan segera meminta maaf kepada umat muslim di Indonesia.

“Mendesak Presiden Jokowi segera copot Menteri Agama dari kabinetnya serta mendesak Menteri Agama meminta maaf dan mencabut surat edaran nomor 5 tahun 2022,” desak Korlap aksi Tata Supryadin saat menggelar aksi di depan Kantor Kementerian Agama Wilayah NTB, Rabu (2/3) siang di Mataram dikutip dari pernyataan sikapnya.

Selain itu, puluhan massa aksi itu juga mendesak Kepala Kantor Kementerian Agama Wilayah Nusa Tenggara Barat (Kakanwil Kemenag NTB) untuk menolak surat edaran nomor 5 tahun 2022 tersebut.

“Mendesak Kemenag NTB untuk menolak surat ederan dari Kementrian Agama RI nomor 5 tahun 2022,” desanya.

Selain sejumlah tuntutan tersebut, para mahasiswa itu juga menyoroti diskriminasi terhadap muslim di India.

Sementara Kepala Kantor Kementerian Agama Wilayah NTB Zaidi Abdad dikonfirmasi terpisah mengakui belum membaca pernyataan sikap dari massa aksi disebabkan dirinya tidak berada di kantor saat massa aksi menggelar demonstrasi di kantornya.

“Ya saya belum baca secara jelas (tuntutannya), karena saya tadi tidak ada di tempat. Jika tuntutanya seperti itu ya besok kita diskusikan. Kan masih banyak yang berpandangan lain, bukan hanya mereka. Jadi kita lihat yang lain juga, biar tidak salah. Yang jelas kita harapkan saling menjaga kondisifitas NTB,” jelasnya.

Ditanya lebih lanjut, kapan tuntutan itu disampaikan ke kementerian agama di Jakarta serta kapan melakukan sosialisasi terhadap SE tersebut. Ziadi mengakui sudah melakukan sosialisasi sejak dari awal dikeluarkannya SE tersebut

“Kalau SE sejak terbit sudah langsung disosialisasikn bahkan saya keliling ke kabupaten kota dan diteruskan juga suratnya,” akunya. (Iba)