PSI Kota Bima terancam dibekukan

Ketua DPW PSI NTB Dian Sandi Utama (Dok. Istimewa)

Mataram (Detikntbcom) – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Solidaritas Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Barat (DPW PSI NTB) Dian Sandi Utama menyatakan kesiapan Partai yang ia pimpin jika diverifikasi faktual oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) NTB dan KPU Kabupaten/Kota.

DPW PSI NTB telah menerima laporan bahwa masing-masing DPD PSI Kabupaten/Kota hampir selesai membentuk kepengurusan di tingkat Kecamatan atau Dewan Pimpinan Cabang (DPC).

Menurutnya hal ini dapat dibuktikan secara real dari SK yang dikeluarkan oleh DPW semenjak tahun lalu sampai hari ini.

“Sebenarnya bukan hanya SK tapi juga DPW turun langsung bertemu dengan DPC-DPC dan buat acara bersama seperti temu pengurus sampai Kopdarda bahkan kami menyerahkan langsung SK kepada DPC,” ungkapnya pria disapa DSU ini, Rabu, 13 April 2022 di Mataram.

Selanjutnya DPW melaporkan ke DPP PSI karena hal ini menjadi penilaian internal melalui capaian dokumentasi untuk setiap daerah, meskipun begitu dirinya mengakui bahwa sampai hari ini masih ada DPD Kab/Kota yang belum tuntas membentuk DPC, namun itu hanya 1 atau 2 dari 10 Kab/Kota yang ada.

“Ya, ada yang progresnya lelet dan itu kami telah laporkan ke DPP dan kalau pertengahan bulan ini DPP keluarkan hasil evaluasi, potensi ada satu DPD yang terancam dibekukan yaitu DPD PSI Kota Bima,” tegasnya.

DSU juga menyampaikan partainya bukan target lolos verifikasi karena menurutnya PSI adalah partai peserta Pemilu 2018 tapi Pemilu yang akan datang targetnya adalah mendapatkan kursi.

“Verfak sih kami yakin lolos makanya yang lelet ini kita segera ganti, karena target partai adalah mendapatkan kursi. PSI bukan partai baru, PSI partai peserta Pemilu 2018 harus maju targetnya, makanya Pemilu yang akan datang itu targetnya adalah kader lolos ke semua Gedung DPR,” tutupnya. (Iba)