DLHK NTB jatuhkan sanksi kepada PT WSB di Wera, GP2I komit terus kawal

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan NTB Madani Mukarram dan Ketua Gerakan Pemuda Peduli Indonesia (GP2I) Uswatun Hanasah/Badai NTB berlatar PT WSB. (Kreator Detikntbcom)

Mataram (Detikntbcom) – Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Nusa Tenggara Barat (DLHK NTB) menjatuhkan sanksi administrasi kepada PT Wera Sukses Bersama (WSB).

Sanksi tersebut tertuang dalam surat DLHK bernomor 188/120/Kpts/PPL-DLHK/2022 tentang Penerapan Sanksi Administratif Paksaan Pemerintah kepada PT Wera Sukses Bersama.

“Memerintahkan Kepada PT. Wera Sukses Bersama untuk menghentikan seluruh aktivitas pada lokasi usaha/kegiatan sampai dengan terpenuhinya semua kewajiban perizinan; dan menarik seluruh alat berat yang ditempatkan pada lokasi kegiatan paling lama 3 (tiga) hari kalender ,” tegas Kadis DLHK NTB Madani Mukarram seperti poin ketiga pada surat tersebut tertanggal 8 April 2022.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Gerakan Pemuda Peduli Indonesia (GP2I) Uswatun Hanasah berkomitmen tetap mengawal penerapan sanksi kepada PT WSB tersebut.

“Kami GP2I akan terus mengawal tindak tanduk para investor yang ingin dan sedang masuk di Kecamatan Wera. Karena itu sudah menjadi tanggung jawab dan komitmen kami sebagai generasi muda,” kata perempuan disapa Badai NTB ini, Kamis 14 April 2022 di Mataram.

Sejak Februari katanya, penolakan masuknya perusahaan udang yang beroperasi di kecamatan Wera tersebut intens dilakukannya.

“Tiga kali melakukan aksi demonstrasi dan dua kali melakukan audiensi di Kantor DLHK provinsi dan Kantor Gubernur. Karena melakukan operasi tanpa memegang izin usaha dan izin lingkungan,” ungkapnya.

Dengan berbagai desakan dari GP2I, DLHK provinsi mengeluarkan surat teguran pemerintah untuk menarik semua alat berat yang ada di lokasi PT. WSB pada tanggal 8 April 2022 lalu.

“Kami harap DLHK NTB dan Kabupaten Bima tidak lalai lagi dalam menjalankan tugasnya, lebih-lebih jika berhadapan dengan investor nakal,” harapnya. (Iba)