DPP Gerindra dan Mabes Polri didemo, minta tangkap dan pecat tersangka Boymin

Puluhan massa aksi membetangkan spanduk meminta Mabes Polri untuk menahan tersangka anggota DPRD Bima Boymin atas kasus korupsi dana PKBM Kabupaten Bima pada, Rabu 20 April 2022.

Jakarta (Detikntbcom) – Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Anti Korupsi (APMAK) Bima-Jakarta menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Mabes Polri dan Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerindra pada, Rabu (20/4/2022) pagi di Jakarta

Demonstrasi tersebut menyusul ditetapkannya anggota DPRD Kabupaten Bima atas nama Boymin dari fraksi Gerindra sebagai tersangka oleh Polres Bima Kota beberapa waktu lalu.

Mereka mendesak Mabes Polri dan DPP Gerindra untuk memecat dan menahan tersangka Boymin.

Tersangka kasus korupsi merugikan uang negara Rp862 juta dana PKBM Karoko Mas tahun anggaran 2017, 2018 dan 2019 dari anggaran Rp1,44 miliar dana bersumber APBN.

“Kami turun aksi ini dengan sejumlah tuntutan sebagaimana fakta yang terjadi atas kasus tersangka anggota DPRD Kab Bima, Boymin tersebut,” ungkap Korlap Aksi Andy Zuhrum seperti siaran pers diterima pada, Rabu, 20 April 2022.

Mereka meminta Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo untuk memerintahkan Kapolda Nusa Tenggara Barat (NTB) agar segera menahan tersangka Boymin, karena sebelumnya mangkir dua kali panggilan kepolisian.

Selain itu, mereka juga meminta Kapolri segera mencopot jabatan Kapolres Bima Kota AKBP Henry Novika Chandra karena diduga kuat melindungi kejahatan koruptor.

Selain itu, massa aksi juga meminta Kapolri segera memerintahkan Kapolda NTB agar menuntaskan kasus korupsi di Bima.

“Kami minta Kapolri atensi khusus tiga tuntutan kami ini dan jangan lindungi koruptor. Sebab, jati dirinya koruptor adalah penghianat atau musuh NKRI dan wajib kita berantas sampai ke akar-akarnya,” tegasnya.

Mereka menegaskan, aksi terus digaungkan sepanjang Boymin tersangka Korupsi belum ditahan. APMAK merasa peristiwa hukum yang ditangani oleh Polres Bima Kota menuai kontroversi di ruang publik.

Bagaimana tidak, pada proses gelar perkara penentuan status tersangka, Boymin, skema awal dari Penyidik Tipidkor telah mengabarkan ke beberapa media, Boymin telah diperiksa sebagai tersangka dan akan ditahan.

Namun, dalam waktu detik-detik tersangka akan dilakukan penahanan, terjadi perubahan skema, atas dasar petunjuk dari Kapolres Bima Kota, tersangka tidak jadi ditahan dengan alasan ada berkas yang belum lengkap.

“Itu alasan yang tidak rasional dan publik telah menitipkan mossi tidak percaya pada pihak Polres Bima Kota, sehingga dengan demikian APMAK turun aksi di Mabes Polri,” jelas Andy.

Selain itu, Meraka juga mendatangi kantor DPP Partai Gerindra. Massa aksi menilai partai besar sekelas Gerindra yang dipimpin oleh Jendral Prabowo Subianto dinilai tercoreng dengan ulah salah satu kader Partai Gerindra di Kabupaten Bima yang kebetulan pelaku korupsi dana Program Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Karoko Mas yang dikelola oleh tersangka Boymin.

“Kami mendorong DPP Partai Gerindra untuk membersihkan kader yang terlibat korupsi. Mendesak DPP Partai Gerindra untuk tidak melindungi kader yang maling uang negara apalagi status tersangka. Meminta Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto untuk membuktikan pernyataannya bahwa akan pecat dan penjarakan kader korup. Jika tuntutan kami tidak diindahkan kami menduga partai Gerindra memelihara kader yang Korupsi,” tegasnya. (Iba)