Buntut tragedi Kanjuruhan, Liga 3 NTB ditunda, klub diminta balik kandang

Ketua Umum Asprov PSSI NTB Mori Hanafi didampingi Humas PSSI Nandar serta Ketua KONI Lombok Barat usai final Perslobar melawan PS Bima Sakti berakhir 1-0, Senin (3/1) di Gelora Utama 17 Desember Turida Kota Mataram.

Mataram (Detikntbcom) – Buntut tragedi stadiun Kanjuruhan Malang menewaskan sedikitnya 129 orang dalam pertandingan Arema FC dan Persebaya Surabaya pada Sabtu 2 Oktober, Liga 3 Bank NTB Syariah PSSI NTB resmi ditunda.

Penundaan tersebut terang Ketua Umum PSSI NTB Mori Hanafi tertuang dalam suratnya bernomor 323/Asprov.PSSI-NTB/X/2022 tentang Penundaan Pelaksanaan Kompetisi Asprov PSSI NTB tertanggal 5 Oktober 2022.

“Menunda pelaksanaan Liga 3 Bank NTB Syariah sampai batas waktu yang tidak ditentukan dan menunggu persetujuan dari PSSI pusat,” terangnya seperti siaran pers diterima, 5 Oktober 2022.

Selanjutnya, hasil pertandingan babak delapan besar yang telah berlangsung pada group F tetap berlaku dan akan dilanjutkan setelah ada keputusan pemerintah dan petunjuk dari PSSI.

Dalam surat edaran tersebut Mori juga menjelaskan, para klub yang saat ini sudah berada di Mataram (group E) yaitu Persidom Dompu dan Panser FC serta klub yang berada di Bima (Group F) yaitu PS Mataram, PS Bima Sakti dan Lebah FC dipersilahkan Kembali ke daerah masing-masing.

“Untuk mengisi kekosongan waktu, Asprov PSSI Nusa Tenggara Barat membuka layanan pendaftaran untuk Piala Soeratin U17, U15, U13 dan Piala Pertiwi yang akan dibuka pada minggu kedua bulan Oktober 2022 (surat pemberitahuan menyusul). 6. Pelaksanaan Piala Soeratin U17, U15, U13 dan Piala Pertiwi menunggu keputusan Pemerintah dan PSSI,” jelasnya.

Selain itu, Asprov PSSI Nusa Tenggara Barat menyampaikan bela sungkawa mendalam atas terjadinya tragedy sepakbola di Stadion Kanjuruhan Malang Jawa Timur dan semoga menjadi kejadian terakhir dalam persepakbolaan di Indonesia. (Iba)