Museum NTB Berencana Bentuk Museum Universitas Dimulai dari UTS

Museum Negeri Nusa Tenggara Barat menggelar kegiatan Kuliah di Museum bersama Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) yang bertajuk "Mengenal Koleksi Sejarah Sumbawa di Museum NTB", pada Selasa, 17 Oktober 2023, di Aula Sumbawa Tecno Park UTS.

DetikNTBCom – Museum Negeri Nusa Tenggara Barat menggelar kegiatan Kuliah di Museum bersama Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) yang bertajuk “Mengenal Koleksi Sejarah Sumbawa di Museum NTB”, pada Selasa, 17 Oktober 2023, di Aula Sumbawa Tecno Park UTS.

Kegiatan kuliah museum ini sebagai upaya untuk memberikan pengetahuan dan informasi tentang sejarah koleksi Sumbawa yang berada di Museum NTB, serta memberikan informasi terkait situs yang berada di kawasan UTS.

Selain itu juga, kuliah di museum dimaksudkan untuk mamanfatkan museum sebagai sumber pembelajaran agar mampu meningkatkan kualitas pendidikan, terutama di bidang sejarah dan kebudayaan di Sumbawa.

Dalam kegiatan kuliah di Museum ini, dihadiri  oleh 135 peserta yang teridiri dari Mahasiswa/i dan Dosen Prodi Sejarah Universitas Teknologi Sumbawa.

Kepala Museum NTB Ahmad Nuralam dalam sambutannya, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu implementasi dengan 23 Universitas dalam hal melakukan kerjasama dimana museum sebagai mitra untuk melakukan pembelajaran.

“Jadi Museum dan UTS ini merupakan mitra. Dan Alhamdulillah museum dengan UTS telah beberapa kali mengadakan kegiatan,” tuturnya.

Ia mengatakan bahwa dalam perkuliahan ini terdapat beberapa hal yang dilakukan untuk membahas terkait dengan kawasan situs yang berdekatan dengan UTS.

“Jadi melalui hasil kajian Tim dari museum, kami menemukan bahwa kawasan UTS adalah kawasan peradaban. Dan hal ini dibuktikan dengan adanya beberapa situs,” tuturnya.

Oleh karena itu, lanjutnya, pihaknya ingin membentuk tim Pokja untuk menginventarisir benda cagar budaya di kawasan tersebut yang nantinya bakal dibentuk sesuatu yang bersifat museum.

“Jadi bisa juga membentuk museum universitas. Dan kita juga bisa mendokumentasikan sejarah UTS. Sebab kampus-kampus di Jawa sudah mempunyai museum sendri,” ungkapnya.

“Mudah mudahan kita bisa realisasikan di tahun depan, sehingga UTS bisa mempunyai museum sendiri”, harapnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Teknologi Sumbawa, yang diwakil oleh Dekan Fakultas Psikologi dan Humaniora Roni Hartono menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada Museum NTB yang sudah melibatkan pihaknya dalam mengembangkan sejarah dan kebudayaan di Sumbawa.

“Jadi apapun instansi yang melibatkan kami, kami sangat bangga,” tuturnya.

Ia mengatakan bahwa terkait dengan usulan pembentukan museum, pihaknya juga berkeinginan untuk mendirikan Museum Universitas.

Sebab menurutnya, berdasarkan saintifik, Sumbawa tidak mempunyai literasi yang murni untuk menjelaskan sejarah Sumbawa secara ilmiah.

“Sehingga dengan adanya museum universitas kita dapat melakukan penelitian secara ilmiah dengan melibatkan museum untuk membantu,” terangnya.

Terkait dengan Prodi Sejarah UTS, ia meyakini bahwa dengan bantuan dari museum NTB prodi tersebut nantinya akan berkembang menjadi Prodi yang besar bahkan mendunia.

“Harapan saya, nanti memang prodi sejarah akan berkembang dengan bantuan oleh museum,” harapnya.

Dalam kegiatan Kuliah di Museum ini menghadirkan 2 Narasumber yakni, Dosen Ilmu Sejarah UTS Subari dan Pamog Budaya Muda Museum NTB, Heru.

Sebelumnya, kegiata kuliah di museum ini merupakan rangkaian dari kegiatan pameran keliling yang dilaksanakan di Sumbawa. (Red)