DetikNTBCom – Semangat pengurus Rukun Keluarga Bima Pulau Lombok (RKB PL) patut diacungi jempol. Bagaimana tidak, pasca diselesaikannya kuburan masyarakat Bima yang berlokasi di Kabupaten Lombok Barat itu, kini semangat itu tidak pernah luntur.
Tidak berhenti di situ, setelah selesai pengadaan tanah kuburan hasil urungan masyarakat Bima di seluruh wilayah Indonesia khususnya masyarakat Bima yang menetap di Pulau Lombok itu dioperasikan, kini RKB Pulau Lombok menggarap pembangungan sekretariat bersama (Sekber).
Baca juga: Pj Gubernur NTB Sumbang Pribadi 250 Sak Semen Bangun Sekretariat RKBPL di Mataram
Pembangunan (Sekber) juga itu menurut Ketua RKB Pulau Lombok Muhammad Irwan, merupakan hasil dari swadaya masyarakat Bima.
Akademisi Unram itu menjelaskan, Sekber itu mulai dibangun saat peletakan batu pertama oleh Penjabat Gubernur NTB Lalu Gita Ariadi bertepatan dengan acara Maulid Nabi Muhammad SAW 1445 H bertepatan dengan tanggal 8 Oktober 2023 yang digelar RKB PL, lalu dilanjutkan pada, 8 November 2023.
“Seperti kita lihat, hari ini progresnya saya perkirakan sudah hampir 10 persen. Tentu ini adalah swadaya murni dari masyarakat Bima di seluruh Indonesia khususnya masyarakat Bima yang di ada di pulau Lombok,” terang Irwan didampingi koordinator pembangunan Dae Hasmin, saat memantu proses pembangunan Sekber yang berlokasi di Pagesangan Kota Mataram itu, Rabu 29 November 2023 petang.
Tentunya katanya, pembangunan Sekber ini tidak bisa berjalan sendiri tanpa bantuan dari masyarakat Bima di seluruh Indonesia.
Pembangunan Sekber itu papar Ekonom Unram itu, membutuhkan dana sekitar Rp500 juta tahap pertama. Rencananya akan dibangun dua lantai. Setelah itu baru bisa dihitung dana yang dibutuhkan setelah lantai satu selesai.
Di lantai pertama dijadikan kantor dan aktifitas ekonomi kemudian lantai dua akan dibangun aula untuk pusat kegiatan Diklat baik mahasiswa Bima maupun masyarakat umum.
“Terima kasih kepada semua pihak yang membantu terutama panitia pembangunan. Tentu ini bukan milik RKB saja namun Sekber ini milik masyarakat Bima seluruhnya, kepercayaan masyarakat Bima menjadi yang utama yang kami jaga,” pungkasnya.
Sejauh ini sambungnya, belum ada niat untuk meminta bantuan dari pemerintah daerah maupun provinsi. “Ada saatnya nanti kita minta bantu. Kami dahulukan swadaya dari masyarakat terlebih dahulu,” tutupnya. (Red)










