Ketua DPRD NTB Apresiasi Tim Evakuasi dan Minta Pemprov Tinjau Ulang SOP Pendakian

Ketua DPRD NTB Baiq Isvie Rupaeda. (Iba/Detikntbcom)
Ketua DPRD NTB Baiq Isvie Rupaeda. (Iba/Detikntbcom)

Detikntbcom – Insiden meninggalnya pendaki asal Brazil, Juliana Marins (26), di kawasan Gunung Rinjani, Lombok Timur, menjadi sorotan publik internasional. Ketua DPRD Nusa Tenggara Barat (NTB) Baiq Isvie Rupaeda, turut menyampaikan duka cita dan menilai kejadian ini sebagai peringatan penting untuk pembenahan sistem keamanan wisata alam di NTB.

Juliana dilaporkan jatuh ke jurang sedalam sekitar 400 meter pada Sabtu pagi (21/6) saat dalam perjalanan menuju puncak Rinjani. Ia mendaki bersama seorang pemandu lokal dan lima pendaki lainnya. Proses evakuasi korban terkendala cuaca ekstrem berupa kabut tebal dan badai, sehingga jasad Juliana baru berhasil ditemukan pada Senin (23/6).

“Dari lubuk hati terdalam, kami menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan masyarakat Brazil. Ini adalah duka kita bersama,” ujar Isvie saat dihubungi, Senin (30/6) di Mataram.

Isvie juga menyampaikan apresiasi kepada tim gabungan yang terlibat dalam proses pencarian dan evakuasi, termasuk Basarnas, TNI-Polri, Pemprov NTB, tenaga medis, serta dua pendaki profesional yang menggunakan helikopter dan drone thermal untuk menemukan korban.

Menurutnya, perhatian dan desakan dari masyarakat Brazil melalui media sosial selama proses pencarian harus menjadi refleksi bagi pemerintah daerah untuk lebih siap menghadapi kondisi darurat di destinasi wisata berisiko tinggi.

“Insiden ini memberi pelajaran penting. Kita harus lebih serius membenahi aspek keamanan dan mitigasi risiko dalam pengelolaan wisata, apalagi Rinjani adalah destinasi dunia,” tegasnya.

DPRD NTB, lanjut Isvie, akan mendorong Pemerintah Provinsi agar memperkuat sistem perlindungan wisatawan, termasuk memastikan kesiapan tim SAR yang siaga setiap saat. Selain itu, ia mengingatkan pentingnya sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten dalam memastikan keselamatan wisatawan.

“Wisatawan juga perlu terus diingatkan untuk memperhatikan cuaca dan kondisi medan, terutama saat beraktivitas di gunung. Kita ingin NTB tetap menjadi destinasi yang aman dan nyaman,” pungkasnya. (Iba)