Detikntbcom – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan dirinya tidak anti kritik. Hal tersebut ia sampaikan di hadapan puluhan aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Organisasi Kemahasiswaan dan Kepemudaan (OKP) Cipayung Plus NTB.
Menurutnya, kritik dan aspirasi dari mahasiswa maupun pemuda merupakan bagian penting dalam menjaga jalannya pemerintahan agar tetap transparan.
“Saya sebetulnya senang kalau teman-teman menyampaikan aspirasi seperti ini. Secara terpisah, di Cipayung Plus saya juga sudah beberapa kali bertemu, baik sebagai individu maupun organisasi. Saya terbuka dan senang bisa bertemu dengan teman-teman,” ujarnya di hadapan puluhan aktivis mahasiswa di acara mimbar rakyat yang digelar Cipayung Plus NTB, Selasa 9 September 2025 di Mataram.
Iqbal menegaskan bahwa dirinya selalu siap mendengar masukan dari berbagai pihak. Sebagai mantan aktivis, ia masih memegang prinsip bahwa kekuasaan yang tidak dikritik berpotensi menimbulkan penyimpangan.
“Saya tidak anti kritik, justru saya senang mendapatkan kritik. Sebagai mantan aktivis seperti kalian juga, saya masih percaya bahwa power atau kekuasaan itu cenderung korupsi, apalagi kalau tidak dijaga, apalagi kalau tidak dikritik. Kalau dia merasa diperhatikan dan diawasi, itu akan mengurangi tendensi untuk korupsi,” kata Gubernur.
Karenanya, ia menyambut baik ruang dialog bersama pemuda dan mahasiswa sebagai sarana menyampaikan pandangan kritis. “Saya sangat welcome kalau teman-teman ingin menyampaikan aspirasi,” tegasnya. (Iba)












