Detikntbcom – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bekerja sama dengan Bank NTB Syariah dan Kepolisian Daerah (Polda) NTB menggelar kegiatan Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) di Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu. Program edukasi yang dilaksanakan pada Selasa, 11 November 2025, ini secara khusus menyasar para petani di wilayah tersebut.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan OJK untuk memperluas literasi dan inklusi keuangan di NTB, terutama bagi masyarakat di daerah pertanian dan pedesaan. Sebanyak kurang lebih 150 petani dari berbagai desa di Kecamatan Pekat menghadiri kegiatan edukatif tersebut.
Penguatan Literasi Keuangan dan Antisipasi Kejahatan Digital
Kabag Ekonomi Setda Kabupaten Dompu dan Camat Pekat yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi tinggi atas sinergi OJK, Bank NTB Syariah, dan Polda NTB. Mereka menegaskan bahwa pengelolaan keuangan yang baik menjadi kebutuhan penting bagi petani, terlebih dalam menghadapi dinamika ekonomi dan risiko penipuan digital yang semakin marak.
“Edukasi seperti ini sangat dibutuhkan masyarakat, terutama petani. Selain untuk mengelola keuangan secara bijak, kegiatan ini juga membantu memproteksi warga dari berbagai modus kejahatan online,” ujar perwakilan pemerintah daerah dalam sambutannya.
Materi edukasi disampaikan secara interaktif oleh tim dari OJK Provinsi NTB, Bank NTB Syariah, dan jajaran Polda NTB. Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi dengan banyaknya pertanyaan dan diskusi yang muncul selama sesi berlangsung.
Komitmen Bersama untuk Kesejahteraan Masyarakat NTB
OJK Provinsi NTB menegaskan bahwa pelaksanaan GENCARKAN di Pekat merupakan bagian dari upaya nyata untuk memastikan masyarakat memahami produk dan layanan keuangan legal, serta mampu memanfaatkannya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga. Edukasi juga menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap pinjaman online ilegal, investasi bodong, dan berbagai bentuk penipuan digital.
Sinergi antara regulator (OJK), industri jasa keuangan (Bank NTB Syariah), dan aparat penegak hukum (Polda NTB) diharapkan dapat memperkuat upaya peningkatan literasi dan inklusi keuangan, sekaligus meminimalkan risiko masyarakat menjadi korban kejahatan keuangan.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, OJK NTB berharap para petani di Pekat semakin berdaya secara finansial, mampu mengelola pendapatan dengan bijaksana, dan memiliki pemahaman yang lebih kuat mengenai keamanan transaksi keuangan di era digital. (Iba)












