Mohan Roliskana Resmi Mendaftar Calon Ketum KONI NTB, Kantongi Dukungan 6 Konida dan 33 Cabor

Calon Ketua Umum KONI NTB Mohan Roliskana saat menyerahkan dukungan kepada Tim TPP KONI NTB, Kamis 8 Oktober 2026 di Mataram. (Iba)
Calon Ketua Umum KONI NTB Mohan Roliskana saat menyerahkan dukungan kepada Tim TPP KONI NTB, Kamis 8 Oktober 2026 di Mataram. (Iba)

Detikntbcom — Wali Kota Mataram Mohan Roliskana resmi mendaftarkan diri sebagai calon Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (8/10/2026) sore.

Mohan datang ke Kantor KONI NTB di Mataram bersama sejumlah insan olahraga dan menyerahkan berkas persyaratan pencalonannya kepada tim penjaringan dan penyaringan.

Dalam pendaftaran tersebut, Mohan membawa dukungan enam KONI kabupaten/kota (Konida) dan 33 cabang olahraga (cabor).

“Hari ini saya mendaftar, kemudian ditemani oleh teman-teman semua dan seluruh persyaratan sudah kita penuhi, tadi juga sudah diverifikasi,” kata Mohan usai menyerahkan berkas pendaftaran.

Ia mengatakan seluruh dokumen persyaratan pencalonannya telah melalui proses verifikasi awal. Selanjutnya, proses tersebut diserahkan kepada tim penjaringan dan penyaringan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Nanti tinggal kita tunggu perkembangan dari tim juri nanti. Kalau ada, barangkali ada perlu penambahan, pengurangan, penambahan tentunya nanti akan kita koreksi nanti,” ujarnya.

Mohan menyebut dukungan yang telah diserahkan terdiri atas enam KONI kabupaten/kota dan 33 cabang olahraga.

“Tadi semuanya KONI enam, kemudian cabor ada 33. Ya nanti kita lihatlah, ya mudah-mudahanlah ya,” katanya.

Menurut Mohan, masih tersedia waktu bagi calon untuk melakukan penyempurnaan apabila dalam proses verifikasi ditemukan persyaratan yang perlu dilengkapi.

Ia menyebut batas waktu untuk melengkapi dukungan masih diberikan hingga pukul 21.00 WITA.

Bawa Gagasan Penataan Olahraga NTB

Mohan mengatakan keputusannya maju dalam bursa Ketua Umum KONI NTB didorong oleh kepeduliannya terhadap perkembangan olahraga di daerah.

Sebagai bagian dari insan olahraga, ia mengaku selama ini mengikuti dinamika pembinaan dan prestasi olahraga NTB.

“Semangat kita sama lah ya semua. Saya kira kita ini kan kita ini insan olahraga dan selama ini kita juga mencermati perkembangan dinamika olahraga di Provinsi Nusa Tenggara Barat,” katanya.

Mohan membawa gagasan penataan dan pengelolaan organisasi olahraga secara lebih baik. Menurut dia, pembenahan manajemen menjadi salah satu faktor penting untuk mendorong peningkatan prestasi atlet.

“Ya tentu bagi saya ide besarnya, pemikiran saya adalah ya tentu kita akan melakukan penataan, pengelolaan dengan baik dan insyaallah dan sehingga prestasi olahraga itu bisa berjalan lebih optimal lah,” ujarnya.

Ia menilai prestasi olahraga bukan sekadar persoalan memenangkan pertandingan, tetapi juga berkaitan dengan membawa nama baik dan marwah NTB di tingkat nasional maupun internasional.

“Dan ini tentu akan memberikan dampak terhadap marwah daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat,” katanya.

PON 2028 Jadi Perhatian Utama

Mohan menegaskan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) menjadi salah satu target utama apabila nantinya mendapat amanah memimpin KONI NTB.

Namun, ia memilih belum membeberkan secara rinci program yang akan dijalankan sebelum seluruh tahapan pencalonan dan pemilihan selesai.

“Ya tentu itu yang tentu target utamanya besok untuk persiapan PON. Ya nanti setelah semua selesai ya,” katanya.

Menurut dia, tahapan pendaftaran merupakan proses yang harus dilalui terlebih dahulu. Setelah seluruh proses selesai, pembahasan mengenai strategi pembinaan dan persiapan atlet akan dilakukan secara lebih konkret.

“Ini kan proses yang harus dilalui seperti ini dulu. Nanti pada kali kita bicara soal bagaimana memanajemen seluruh persiapan-persiapan pembinaan prestasi atlet,” ujarnya.

Terkait peluangnya dalam kontestasi tersebut, Mohan mengaku tetap optimistis.

“Oh kita kan, kita sudah optimis, harus optimis. Ya kita kan sudah biasa bertarung-bertarung jadi orang optimis,” kata Mohan.

Ketua DPRD NTB: Pembinaan Atlet Harus Jadi Prioritas

Dukungan terhadap Mohan turut disampaikan Ketua Persatuan Cricket Indonesia (PCI) NTB yang juga Ketua DPRD NTB, Baiq Isvie Rupaeda.

Isvie mengatakan cabang olahraga kriket mendukung penuh Mohan untuk memimpin KONI NTB ke depan. Ia menilai pengalaman Mohan dalam dunia olahraga menjadi salah satu alasan dukungan tersebut.

“Ya, kami dari saya salah satu cabor, khususnya kriket, mendukung sepenuhnya Pak Mohan sebagai ketua KONI ke depan,” kata Isvie.

Menurut dia, keberadaan Mohan yang selama ini berkecimpung dalam dunia olahraga diharapkan dapat membawa KONI NTB menjalankan fungsi pembinaan secara lebih optimal.

“Kita berharap dengan Pak Mohan, karena beliau kan tinggal di Mataram dan beliau sudah lama berkecimpung dalam dunia olahraga, sekiranya banyak pengalaman di bidang olahraga, sehingga saya yakin bahwa KONI ke depan bisa melaksanakan fungsinya dalam rangka pembinaan,” ujarnya.

Isvie mengatakan persoalan anggaran KONI pada dasarnya merupakan dukungan yang bersifat normatif dari pemerintah daerah. Karena itu, menurut dia, perhatian utama pengurus KONI ke depan harus diarahkan pada pembinaan atlet.

“Sekiranya kalau dukungan anggaran ya normatif saja. Setiap tahun KONI kan selalu mendapatkan anggaran dari pemerintah provinsi,” katanya.

Ia menegaskan pembinaan atlet harus menjadi prioritas, terlebih NTB akan menghadapi PON dengan status sebagai salah satu tuan rumah.

“Apa yang perlu diatensi oleh, katakan kalau besok Pak Mohan? Saya kira yang paling utama diatensi adalah soal pembinaan atlet. Ini yang utama,” ujar Isvie.

Menurut Isvie, NTB tidak boleh hanya sukses sebagai tuan rumah, tetapi juga harus mampu menunjukkan prestasi di arena pertandingan.

“Karena kita kan menjadi tuan rumah PON. Kita tidak ingin kita sebagai tuan rumah mengecewakan masyarakat dengan tidak masuk lima besar secara nasional. Itu menjadi utama dalam pembinaan itu,” katanya.

Selain pembinaan atlet, Isvie juga meminta perhatian terhadap penyelenggaraan PON yang akan berlangsung di NTB dan Nusa Tenggara Barat.

“Kedua soal penyu, penyu yang harus diperhatikan, meskipun itu dana APBN, tetapi juga harus menjadi perhatian provinsi, KONI khususnya,” ujarnya.

Isvie berharap apabila Mohan mendapat amanah memimpin KONI NTB, ia dapat memberikan perhatian penuh terhadap pembinaan olahraga dan memanfaatkan pengalamannya untuk membawa olahraga NTB ke arah yang lebih baik.

“Saya berharap beliau memimpin KONI meluangkan waktu dan yakinlah saya bahwa beliau jauh dengan pengalaman yang ada bisa memberikan yang terbaik untuk KONI, khususnya olahraga NTB,” kata Isvie. (Iba)