Lombok Montessori School Futura Indonesia Tanamkan Kemandirian dan Kepedulian Lingkungan Lewat Program Berkebun

Lombok Montessori School Futura Indonesia menginisiasi program pembelajaran berbasis berkebun untuk menumbuhkan kemandirian, tanggung jawab, kesabaran, serta kepedulian anak terhadap lingkungan sejak dini. (Iba)
Lombok Montessori School Futura Indonesia menginisiasi program pembelajaran berbasis berkebun untuk menumbuhkan kemandirian, tanggung jawab, kesabaran, serta kepedulian anak terhadap lingkungan sejak dini. (Iba)

Detikntbcom – Lombok Montessori School Futura Indonesia menginisiasi program pembelajaran berbasis berkebun untuk menumbuhkan kemandirian, tanggung jawab, kesabaran, serta kepedulian anak terhadap lingkungan sejak dini.

Program yang melibatkan anak-anak jenjang Children’s House dan sekolah dasar (SD) tersebut tidak sekadar mengajarkan cara menanam dan merawat tanaman. Lebih jauh, kegiatan ini menjadi bagian dari pendekatan pendidikan Montessori yang memberikan kesempatan kepada anak untuk mengenal kehidupan dan alam melalui pengalaman langsung.

Ketua Yayasan Futura Indonesia, Saeful Bahri, S.Pt., mengatakan program berkebun memberikan pengalaman pembelajaran yang bermakna bagi anak-anak. Mereka diajak mengikuti seluruh proses pertumbuhan tanaman, mulai dari mengenal tanah, memilih benih, menanam, menyiram, mengamati perkembangan, hingga memanen hasil kebun.

Menurutnya, proses tersebut mengajarkan anak bahwa setiap kehidupan membutuhkan waktu, perhatian, kesabaran, dan tanggung jawab agar dapat tumbuh dengan baik.

“Kami sangat bahagia Program ini berjalan dengan baik sehingga anak-anak dapat mengetahui bahwa perkembangan dan keberhasilan itu tidak datang dengan mudah, tetapi butuh waktu, kesabaran dan tanggungjawab untuk mencapainya,” ujar Saeful, Sabtu 7 November 2026.

Ia menambahkan, pengalaman memanen menjadi salah satu bagian paling berkesan bagi anak-anak. Mereka dapat menyaksikan secara langsung bagaimana benih kecil yang ditanam dan dirawat dengan penuh perhatian akhirnya menghasilkan buah atau sayuran yang bermanfaat.

“Melalui Program ini kita mengajarkan juga Kepada anak-anak bahwa Proses tidak akan pernah Mengkhianati hasil,” tambahnya.

Dari Kebun ke Meja Makan, Anak Belajar Mengenal Makanan Sehat

Program berkebun di Lombok Montessori School Futura Indonesia juga diarahkan untuk membangun kesadaran anak mengenai pentingnya makanan sehat dan bergizi.

Hasil panen dari kebun sekolah dimanfaatkan sebagai bagian dari pengalaman belajar anak dalam mengenali sumber pangan alami. Anak-anak berkesempatan mengonsumsi buah dan sayuran yang mereka tanam dan rawat sendiri.

Melalui kegiatan tersebut, anak-anak diperkenalkan pada proses panjang di balik tersedianya makanan di atas meja, mulai dari peran tanah, air, sinar matahari, hingga ketekunan manusia dalam merawat tanaman.

Kepala Program Berkebun, Ulan Hadiati, mengatakan keterlibatan langsung anak dalam seluruh tahapan berkebun membuat pembelajaran tentang makanan sehat menjadi lebih konkret dan mudah dipahami.

“Ketika anak-anak terlibat langsung dalam menanam, merawat, memanen, hingga mengonsumsi hasil kebunnya, proses mengenal makanan sehat menjadi pengalaman yang nyata dan bermakna, bukan sekadar pengetahuan yang disampaikan melalui kata-kata,” ungkap Ulan.

Mengembangkan Kemampuan Motorik, Kognitif, dan Sosial Anak

Dalam pendekatan pendidikan Montessori, lingkungan menjadi salah satu elemen penting dalam proses pembelajaran. Anak-anak didorong untuk berinteraksi dengan kehidupan nyata sehingga pengetahuan tidak hanya diperoleh melalui teori, tetapi juga melalui pengalaman dan pengamatan langsung.

Program berkebun memberikan ruang bagi perkembangan berbagai aspek kemampuan anak.

Dari sisi motorik, aktivitas menggali tanah, menabur benih, menyiram, dan memanen membantu melatih koordinasi serta keterampilan gerak anak. Sementara dari sisi kognitif, mereka belajar mengamati pertumbuhan tanaman, mengenali bagian-bagian tumbuhan, serta memahami hubungan sebab dan akibat dalam proses alam.

Tidak hanya itu, kegiatan berkebun juga melatih kemampuan sosial dan emosional. Anak-anak belajar bekerja sama, berbagi tugas, menunggu giliran, menjaga tanaman, serta bertanggung jawab terhadap sesuatu yang dirawat secara bersama-sama.

Lebih jauh, kegiatan tersebut diharapkan membangun rasa hormat anak terhadap alam. Mereka mulai memahami bahwa manusia merupakan bagian dari lingkungan dan memiliki tanggung jawab untuk menjaga keberlangsungan kehidupan.

Menanam Benih, Menumbuhkan Karakter untuk Masa Depan

Lombok Montessori School Futura Indonesia memandang pendidikan bukan semata-mata sebagai proses mempersiapkan anak menghadapi masa depan, melainkan juga membentuk kemampuan mereka untuk memahami dan menghargai kehidupan sejak sekarang.

Melalui program berkebun, anak-anak tidak hanya mempelajari bagaimana tanaman tumbuh. Mereka juga mendapatkan pelajaran tentang arti sebuah proses, pentingnya merawat lingkungan, serta bagaimana tindakan sederhana dapat memberikan manfaat bagi kehidupan.

“Lebih jauh lagi, berkebun membantu anak mengembangkan rasa hormat terhadap alam. Mereka mulai memahami bahwa manusia merupakan bagian dari lingkungan dan memiliki tanggung jawab untuk menjaga keseimbangan kehidupan di dalamnya,” ungkap Ulan.

Program ini membawa pesan bahwa menanam benih bukan sekadar kegiatan menghasilkan buah dan sayuran. Di balik aktivitas tersebut, terdapat nilai-nilai pendidikan yang ingin ditanamkan, mulai dari kesabaran, kemandirian, tanggung jawab, rasa syukur, hingga kepedulian terhadap lingkungan.

“We don’t just grow plants. We grow independence, responsibility, gratitude, and respect for life.”

Pada akhirnya, keberhasilan program berkebun tidak hanya diukur dari seberapa banyak hasil panen yang diperoleh, tetapi juga dari nilai-nilai kehidupan yang tumbuh dalam diri anak-anak.

“Karena pada akhirnya, kebun terbaik bukan hanya kebun yang menghasilkan buah dan sayuran, tetapi juga kebun yang membantu menumbuhkan manusia-manusia kecil yang lebih sadar, mandiri, peduli, dan menghargai kehidupan,” tutupnya. (Iba)