Detikntbcom – Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Nusa Tenggara Barat (DPRD NTB) Hamdan Kasim mendesak PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) untuk menghentikan seluruh aktivitas operasionalnya untuk sementara.
Desakan untuk penghentian sementara seluruh aktivitasnya itu khusus di wilayah operasinya di wilayah Dodo Rinti Kecamatan Moyo Hulu Kabupaten Sumbawa Besar buntut peristiwa kecelakaan yang menimpa sejumlah karyawan perusahaan tersebut pada, 5 Maret 2025 lalu.
Selain itu, Hamdan menyarankan perusahaan itu untuk mengaudit kelayakan transportasi yang digunakan para pekerja.
“Kalau sudah seperti ini, menurut saya harusnya PT AMNT ini tutup sementara, biar ada waktu untuk mengaudit semua armada yang mereka miliki. Apabila tidak layak operasi tidak usah dioperasikan,” jelas Hamdan.
Mestinya katanya, perusahaan sekelas PT AMNT yang sudah bertaraf internasional ini lebih sigap memperhatikan keselamatan para pekerjanya.
“Seharusnya bus tidak layak beroperasi malah beroperasi. Sehingga menyebabkan kecelakaan seperti ini, bahkan memakan dua korban jiwa,” tuturnya.
PT AMNT, tegas Hamdan, harus bertanggung jawab atas musibah ini. Bukan hanya berakhir pada ucapan belasungkawa semata. Tapi memperhatikan aspek lain yang dibutuhkan para korban.
“Saya menegaskan, PT AMNT jangan melepas tanggung jawab dengan beralibi bahwa kecelakaan yang terjadi bukan dalam kawasannya,” bebernya.
“Ini jiwa manusia, makanya saya sangat menyayangkan itu. Mengabaikan keselamatan kerja karyawan. Sehingga menyebabkan terjadinya kecelakaan seperti ini,” pungkasnya menambahkan.
Ketua Fraksi Partai Golkar itu pun, menyampaikan turut berduka cita dan belasungkawa atas kecelakaan menimpa karyawan PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT).
Hingga berita ini dipublish, Detikntbcom masih berupaya mengkonfirmasi ke pihak PT AMNT. (Iba)












